Takrim bagi para Pengungsi

M-2
22/12/2018 00:30
 Takrim bagi para Pengungsi
(Dok MI)

NOVEL ilustrasi ini merupakan respons penulis terkenal Khaled Hosseini terhadap krisis pengungsi yang semakin memprihatinkan dalam beberapa tahun terakhir. Novelis yang melahirkan karya terkenal, The Kite Runner, tersebut, kian terketuk setelah menyimak imaji Alan Kurdi, bocah Suriah berusia tiga tahun, yang tewas lantaran kapal yang ia tumpangi bersama para migran lain asal Suriah, tenggelam di wilayah Yunani. Jenazahnya ditemukan terdampar di pantai. Dalam peristiwa yang terjadi pada September 2015 itu, kakak dan ibu Alan turut menjadi korban.

Sea Prayer ditulis Hosseini dalam bentuk surat, dari ayah kepada anaknya, pada malam perjalanan mereka mengungsi. Sembari melihat anaknya yang tertidur, sang ayah mengungkapkan bahaya yang akan mengintai saat mereka melintasi laut. Ia juga menceritakan kehidupan mereka di Homs, Suriah, sebelum bom-bom berjatuhan, memecah kedamaian.

Lewat novel ini, Hosseini ingin menunjukkan penghormatannya kepada para pengungsi yang terusir dari negara mereka karena perang. Oleh karena itu, ia menyumbangkan pendapatannya dari novel ini untuk UNHCR, badan PBB yang menangani pengungsi.

 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya