The Great 50 Show Tidak Libatkan Hewan

Retno Hemawati
20/12/2018 09:00
The Great 50 Show Tidak Libatkan Hewan
(ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

PENYELENGGARA The Great 50 Show ingin meberikan suguhan yang berbeda dibandingkan sirkus lain yang masih menggunakan hewan. Mereka yang telah berkeliling selama setengah abad ke kota-kota kecil hingga kota-kota besar di Indonesia dari Sabang hingga Maluku, dengan beragam atraksi di antaranya akrobatik, badut, dan aksi cerdas para binatang terlatih, kini berupaya meberikan tontonan tanpa menggunakan hewan.

“Dulu show masih yang sama seperti yang dibuat tahun 60-70an. Dulu tidak ada cerita dan akrobat, tapi ada satwa. Kalau sekarang ada nyanyi, live band, multimedia, dan tidak ada satwa,” kata Hans, Managing Director Ananta Harsa Group (AHG).
 
Dia menjelaskan, tidak digunakannya lagi hewan-hewan untuk bermain sirkus membuat penonton lebih dapat merasakan ketegangan sekaligus terhibur karena jarak antara kursi dengan panggung yang lebih dekat.
 
“Ini pertama kali tidak menggunakan satwa, agar pemain dapat berinteraksi lebih dekat dengan penonton. Kalau ada satwa harus ada jarak khusus,” imbuh Hans.
 
Tidak hanya itu, penggunaan konsep baru seperti live band juga diharapkan dapat membawa dinamika yang lebih kuat kepada penonton dari para pemain yang tampil. “Musik dari band pengiring, dapat membuat penonton lebih bersemangat,” kata Hans.
 
Sebuah cerita sederhana penuh makna tentang perjalanan hidup sang pendiri menjadi tema yang diangkat dalam pertunjukan sirkus ini. “The Great 50 Show diangkat dari kisah nyata, dengan balutan pertunjukan yang memanjakan mata untuk semua usia, terutama anak-anak dan keluarga.” ujar produser The Great 50 Show, Thibault Paquin.
Untuk benar-benar membawa suasana pertunjukan sirkus di tengah ibu kota, Oriental Circus Indonesia menggunakan konsep tenda dengan warna-warni khas sirkus. Pengunjung anak bahkan dapat mencoba beberapa permainan ala sirkus seperti acrobating studio serta mini trampoline di area sebelum menyaksikan pertunjukan. (RO/M-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Retno Hemawati
Berita Lainnya