Anak Lelaki dengan Motorik Bagus, Lebih Mampu Memecahkan Masalah

Suryani Wandari
19/12/2018 17:30
Anak Lelaki dengan Motorik Bagus, Lebih Mampu Memecahkan Masalah
(Getty Images/Xixinxing Xixinxing THINK STOCK)

KEMAMPUAN motorik pada anak lelaki ternyata juga bisa menunjukkan kemmpuannya dalam memecahkan masalah. 

 

Dilansir dari Sciencedaily, anak laki-laki yang terampil menguasai  motoriknya ini lebih bisa memecahkan suatu masalah dibanding anak  sebayanya yang kurang terampil. Hal ini dibuktikan oleh Physical  Activity and Nutrition in Children (PANIC) Study yang dilakukan oleh  University of Eastern Finland, yang diterbitkan dalam jurnal Medicine &  Science in Sports & Exercise.

Studi ini menemukan bahwa anak laki-laki dengan keterampilan motorik  yang lebih baik memiliki skor kognitif yang lebih tinggi. Kognitif ini  berkaitan dengan perhatian, penggunaan bahasa, daya ingat, pemecahan  masalah, kreatifitas dan pola pikir.

Hal ini berbeda dengan anak  laki-laki dengan kebugaran aerobik yang lebih tinggi justru memiliki  skor kognitif yang lebih buruk. Pernyataan ini sekaligus mengubah  pernyataan studi di tahun sebelumnya  yang mengatakan anak-anak dengan  tingkat kebugaran aerobik yang baik, tidak memiliki hasil berbeda dalam kognisi.

Namun tim peneliti mengingatkan jika riset selama dua tahun itu belum menjadi acuan untuk korelasi antara keterampilan motorik dengan kognisi. "Penting  untuk diingat bahwa hasil ini tidak selalu mencerminkan hubungan kausal  antara keterampilan motorik dan kognisi," kata Peneliti Postdoctoral  Eero Haapala dari Universitas Jyväskylä yang juga Pengajar Fisiologi Latihan Pediatrik di Universitas Eastern Finland.

Pada anak perempuan, tidak satu pun dari faktor-faktor yang disebutkan di atas dikaitkan dengan keterampilan kognitif. Ini mungkin karena  perbedaan biologis atau sosiokultural antara anak laki-laki dan perempuan.

Studi ini meneliti asosiasi longitudinal keterampilan motorik, kebugaran  aerobik, dan persentase lemak tubuh dengan kognisi pada 371 anak yang  berusia 6-8 tahun pada awal. Keterampilan motorik dievaluasi dengan tes  kelincahan, dan keterampilan manual. Keseimbangan Kognisi dinilai oleh Tes Matriks Raven. Beberapa faktor  perancu seperti pendidikan orang tua dan pendapatan rumah tangga tahunan  dikendalikan dalam analisis.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Bintang Krisanti
Berita Lainnya