Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Membuat sendiri dekorasi rumah, khususnya rangkaian bunga, untuk momen Natal juga bisa membuat Anda menyelami karakter diri.
NUANSA merah memenuhi ruangan lobby House of Fritz Hansen Senopati, Jakarta, hari itu. Meski baru di awal Desember, nuansa itu pun seolah membawa keceriaan Natal lebih cepat.
Nuansa merah itu hadir lewat rangkaian bunga pada wadah gelas ataupun pot yang dibungkus dengan kertas mengilat. Rangkaian bunga itu bukan dibuat para profesional, melainkan orang biasa.
Hari itu sejumlah perempuan muda dan para ibu melatih kemampuan merangkai bunga dengan mengikuti kelas yang dibuka B Studio Floral bertajuk Christmas Centerpiece Workshop. Kelas pada Sabtu (1/12) itu memang mengambil tema dekorasi untuk perayaan Natal.
"Jangan terlalu banyak bunga, kita lebih banyak memainkan properti karena nanti bisa dipakai lagi pada perayaan lainnya," kata Priscilla Kayo, pendiri B Studio Floral, kepada para peserta.
Pada kelas tersebut Priscilla memang hanya memakai satu jenis bunga. Berwarna merah dan berbentuk bulat mirip buah, bunga itu biasa disebut Ilex. Bunga yang kini juga banyak dijual tiruannya itu, banyak ditemukan di bagian barat dan selatan Eropa, Afrika bagian barat hingga Asia barat.
Warnanya yang merah membuat bunga ini memang kerap menjadi dekorasi Natal. Priscilla juga mengajarkan para peserta berbagai teknik dalam mengolah Ilex, salah satunya dengan memangkas seluruh daunnya. Tampilan tanpa daun bergerigi itu membuat warna merah makin menonjol. Di sisi lain, ada juga kesan melankolis ibarat tumbuhan yang kehilangan daun.
Selain itu, digunakan pula buah/bunga pinus kering (pine cone). Sama seperti dalam eksplorasi Ilex, Priscilla membebaskan para peserta membuat rangkaian sesuai dengan selera.
Sederhana
Tidak hanya untuk menghasilkan karya dekorasi, kegiatan itu sekaligus bisa untuk mengenali karakter diri. "Sebagaimana yang terlihat dari tampilannya. Jika simpel, biasanya menunjukkan orang itu sederhana, begitu pun sebaliknya," kata Priscilla.
Salah satu peserta yang tampak serius mengikuti kelas ialah Juli Lembong. Perempuan berusia 45 tahun itu awalnya mengaku tidak terpikir untuk membuat sendiri dekorasi rumah dalam menyambut Natal. Maklum berbagai pernik, termasuk rangkaian bunga, sudah banyak di pasaran.
Namun, dengan mengikuti kelas itu Juli pun merasakan asyiknya berkarya sendiri. Ia pun melihat cara-cara sederhana untuk menghasilkan rangkaian bunga yang elegan.
"Biasanya kan fokus pada bunganya, tapi ternyata dengan pakai satu jenis bunga pun akan terlihat elegan dengan kreatifnya menghias properti," kata Juli.
Meskipun hampir semua peserta workshop merupakan pemula, terlihat mereka cukup luwes mengikuti arahan Priscilla. Bahkan, beberapa peserta sudah berani membuat improvisasi dengan menambahkan helaian daun dan bola-bola berwarna emas.
Dengan aksesori yang tidak hidup itu pun, maka perlengkapan dekorasi dapat digunakan berulang kali. Cara ini menjadi alternatif untuk menghasilkan dekorasi Natal yang cantik, tetapi ekonomis. (M-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved