Kondisi dan kegiatan di Palu saat ini

M-3
16/12/2018 03:05
Kondisi dan kegiatan di Palu saat ini
(DOK UNICEF)

SOBAT, menurut kak Kinanti Pinta Karana, Spesialis Komunikasi Unicef, musibah di Palu, Donggala, itu banyak merusak fasilitas warga. "Lebih dari 1.200 sekolah mengalami kerusakan, baik rusak berat, sedang, ataupun ringan," kata kak Pinta. Ya, karena itulah anak-anak di sana belum bisa bersekolah layaknya kita ya sobat.

Sebagai gantinya, beberapa lembaga kemanusiaan melalui pos pendidikan yang dipimpin Dinas Pendidikan Provinsi telah memberikan bantuan ruang kelas darurat, baik berupa tenda dan bangunan semi permanen nih. "Unicef pun mendukung melalui ruang kelas sementara dalam bentuk 450 tenda. Total anak yang kembali sekolah melalui dukungan saat ini sebanyak 104 ribu anak, mulai sekolah dasar sampai dengan tingkat menengah," lanjut kak Pinta.

Selain disibukkan pelajaran pada umumnya, di ruang kelas sementara ini dilakukan beragam kegiatan memulihkan kondisi psikologis anak pascamusibah. Mereka bisa bebas bermain dengan teman sebayanya dan tentunya mendapatkan perlindungan, sekaligus mendapatkan ilmu ya sobat.

Bukan hanya rumah dan sekolah yang hancur. Anak-anak terancam terkena penyakit mematikan lo.

"Saat ini ada lebih dari 1,5 juta anak membutuhkan imunisasi campak dan rubela. Lebih dari 60 ribu keluarga membutuhkan kelambu malaria dan 200 ribu keluarga lainnya membutuhkan akses air bersih dan sanitasi," ungkap Kak Pinta. Ia pun menegaskan, meski darurat bencana sudah dihentikan Unicef masih terus berada di lapangan untuk pemulihan jangka panjang dan menata kembali kehidupan anak-anak di Sulawesi.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya