Natal yang Penuh Kegembiraan

Suryani Wandari Putri
16/12/2018 02:15
Natal yang Penuh Kegembiraan
(MI/Seno)

POHON cemara besar yang dihiasi ornamen warna biru, putih, dan perak itu bertengger di tengah lobi JW Marriott Hotel Jakarta, Kamis (6/12). Sejumlah pohon cemara berukuran kecil dengan ornamen serupa pun tersebar di sejumlah sudut hotel.

Kemeriahan Natal makin terasa ketika lampu-lampu di pohon itu dinyalakan. Dilanjutkan pertunjukan balet dan paduan suara.

Tahukah sobat, penyalaan lampu atau christmas light ini konon mengingatkan bagaimana Tuhan dan utusannya membawa titik terang bagi umat Kristiani. Sebagian besar berpendapat cahaya dari lampu yang mengelilingi pohon hingga menuju ke arah bintang yang berasa di puncak pohon sebagai simbol jalan yang diterangi menuju keselamatan. Cahaya juga mewakili harapan dan kebaikan di dunia.

Tradisi ini juga telah berkembang di negara Eropa, Amerika, dan Australia. Di Amerika, tradisi ini berpusat di Gedung Putih. Lalu, seperti apa tradisi Natal di negara lainnya ya? Yuk, ikuti Medi!


Tradisi Natal di negara lain

Selain di Indonesia, Natal dirayakan di berbagai negara dengan bentuk perayaan yang berbeda pula. Mereka biasanya tak memakai pohon cemara pada umumnya lo. Yuk, cari tahu!

1. Italia

Di negara ini tak ada pohon cemara. Posisi pohon digantikan sebuah piramida yang terbuat dari kayu dan dihias dengan buah-buahan.

2. Jepang

Di Jepang Natal dilakukan dengan tradisi menukar kado. Hampir seperti di negara Barat, di Jepang umat Nasrani akan menghias rumah dengan mistletoe dan pohon Natal. Kepala keluarga mereka akan melempar setiap sudut ruangan dengan kacang kering, mereka percaya tradisi ini bisa mengusir roh jahat. Natal juga saatnya menikmati kudapan dari ayam karena di hari biasanya ayam sulit ditemukan di negara ini.

3. Australia

Karena Natal datang saat musim panas tiba dan tak ada salju, perayaannya dilakukan dengan di bawah sinar matahari, surfing. Akan tetapi, mereka tetap menghias rumah dengan pohon Natal dan hiasan lainnya.

4. Yunani

Pohon cemara bukan bagian penting, melainkan mangkok dan salib kayu. Di tengahnya ada daun kemangi yang dicelupkan dalam air agar tetap segar. Setiap pagi, mereka akan menciprati seluruh ruangan rumah dengan air daun kemangi untuk menjauhkan benda-benda dan roh jahat. Mereka juga sangat menghormati Sinterklas yang menjadi sosok pelindung para pelaut.

5. India

Di negara ini pohon Natal terbuat dari pohon mangga atau pisang. Berbeda dengan di Indonesia yang memakai pohon cemara. Biasanya mereka akan mendekorasi rumah mereka dengan daun mangga, tak lupa lampu minyak yang diletakkan di atap rumah atau di atas tembok.

6. Iran

Di negara ini, umat Nasrani mulai berpuasa dan tidak makan daging sejak 1 Desember. Pada 25 Desember setelah merayakan Natal di gereja, umumnya setiap keluarga akan menggelar pesta dan menyediakan menu ayam yang disebut harasa. Anak-anak juga selalu mendapat kado dari orangtuanya.

7. Irak

Di malam Natal kaum Nasrani berkumpul bergandengan tangan sambil menyalakan lilin. Biasanya mereka akan membakar duri dari semak-semak. Bila duri terbakar habis sampai menjadi abu, keberuntungan akan datang di tahun depan. Saat api sudah mati, setiap orang akan melompat di atas abu sebanyak tiga kali sambil membuat permintaan.

8. Tiongkok

Umat Nasrani di Tiongkok akan menghias rumah mereka menggunakan lentera dari kertas, seperti lampion. Mereka juga akan menghias pohon Natal dengan rantai, bunga, dan lentera kertas. Puncaknya, di malam Tahun Baru setiap anak akan menerima hadiah baju, mainan baru, makan bersama, dan memajang foto atau lukisan nenek moyang mereka di ruang utama.

Perayaan di Indonesia

Natal yang dirayakan 25 Desember ini juga menjadi hari libur nasional. Momen itu pun dijadikan liburan bersama keluarga. Ada beberapa lokasi wisata yang bisa dikunjungi bersama keluarga.

Seperti di Banyuwangi, tepatnya di Pantai Cemara. Sesuai namanya, pantai ini penuh dengan pohon cemara. Awalnya tempat ini sengaja ditanami cemara sebagai tempat berteduh bagi para nelayan. Sekarang pepohonan ini berfungsi sebagai penahan abrasi dan angin kencang.

Pohon-pohon cemara ini berderet, batang pohonnya menjulang tinggi, dan daunnya berada di atas. Bila kita menyusurinya, seperti masuk gua berdinding pohon.

Ada pula rumah hobbit di Hutan Pinus, Mangunan Bantul Yogyakarta. Meskipun tak bisa masuk ke dalam rumah karena mirip rumah para kurcaci. Pengunjung bisa menikmati suasana mirip di film-film dengan udara sejuk dan rindangnya pepohonan.

Jika kalian ingin mencari suasana baru yang dingin seperti salju, kamu bisa mendatangi beberapa mal di Jakarta. Biasanya ada beberapa pusat perbelanjaan yang menawarkan pengalaman baru bermain salju dan meluncur di atas es.

Film Natal

Menikmati liburan, bukan hanya berkunjung ke suatu tempat. Bagi kamu yang tidak bisa bepergian, coba menonton film. Medi akan merangkumnya untuk kalian dari film yang selalu hadir di televisi hingga bisa kamu nikmati di bioskop.

1. Home Alone

Film ini bisa dibilang sebagai ikon film Natal karena hampir tiap tahun ditayangkan di stasiun televisi. Film yang diperankan Macaulay Culkin ini sebenarnya dirilis pada 1990. Film keluarga yang terdiri atas tiga seri ini menceritakan Kevin McCallister, yang secara tidak sengaja tertinggal sendirian di rumah saat keluarganya liburan Natal. Ia harus menghadapi sendiri serangan dari orang-orang jahat yang mencoba merampok rumahnya.

2. The Polar Express

Film ini diangkat dari novel anak populer karya Chris Van Allsburg, The Polar Express. film ini menceritakan seorang anak yang mulanya meragukan keberadaan Sinterklas. Keseruan film ini dimulai ketika suatu hari si anak dijemput kereta bernama The Polar Express menuju Kutub Utara untuk bertemu Santa.

3. Get Santa

Film ini cocok ditonton bersama keluarga. Film bergenre komedi ini menceritakan anak laki-laki berusia 9 tahun yang menemukan Sinterklas yang tersesat di kebun rumahnya. Santa panik dan meminta bantuan pada anak laki-laki tersebut dan ayahnya untuk kembali ke Lapland tepat pada malam Natal.

4. Rise of Guardians

Film animasi ini mengisahkan tokoh legenda Sinterklas, peri gigi, kelinci paskah, dan lainnya yang bersatu melawan tokoh jahat bernama Pitch Black yang mengancam akan mengirimkan mimpi buruk.

5. Arthur Christmas

Film ini berkisah tentang Santa Claus yang merasa sangat kerepotan mengirimkan hadiah Natal kepada jutaan anak di seluruh dunia. Santa meminta bantuan kepada seorang anak bernama Arthur untuk membantu pekerjaannya. Namun, Arthur melakukan kesalahan ketika menyortir surat untuk Santa sehingga ia terpaksa membereskannya sebelum malam Natal.

6. Dear Santa

Film yang disutradarai Jason Priestley ini bercerita tentang seorang anak perempuan yang berusaha mengirimkan surat kepada Sinterklas. Surat itu berisi permohonannya kepada Santa agar ayahnya segera menemukan pendamping yang tepat dan ia mendapatkan ibu angkat.   (M-3)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya