Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
JIKA merasa bahwa pergi ke luar hanyalah kegiatan di usia muda maka Anda salah. Sebuah penelitian dari University College London, Inggris, menunjukkan jika orang di atas usia 50 tahun akan lebih tahan terhadap depresi jika rutin memiliki kegiatan hiburan.
Kegiatan hiburan yang dimaksud adalah yang berhubungan dengan budaya, misalnya menonton biskop, teater atau ke museum. Kunjungan sejenis itu yang dilakukan beberapa bulan sekali akan menurunkan resiko depresi sebesar 32%. Sementara jika kegiatan itu dilakukan sebulan sekali maka resiko depresi bisa turun hingga 48%.
Salah satu peneliti, Dr. Daisy Fancourt mengungkapkan jika penelitian tersebut bermaksud mendorong kesadaran yang lebih besar tentang manfaat hiburan, sehingga orang-orang dapat lebih mengendalikan kesehatanh mental mereka sendiri. "Secara umum, semua orang tahu mengenai manfaat dari makanan dan olahraga untuk kesehatan fisik dan mental mereka. Akan tetapi sangat sedikit kesadaran mengenai kegiatan budaya yang sebenarnya memiliki manfaat yang sama. Orang-orang yang terlibat dengan kegiatan hiburan budaya melakukan hal itu untuk kesenangan. Tapi kita juga perlu meningkatkan kesadaran akan manfaat hal ini secara lebih luar," ungkapnya tentang penelitian yang diterbitkan di British Journal of Psychiatry dan dilansir dari Science Daily, Kamis (13/12).
Studi ini mengambil data pada lebih dari 2.000 orang diatas usia 50 tahun yang berada di English Longitudinal Study of Ageing (ELSA). Bersama rekannya Urzula Tsymoszuk, Dr. Fancourtmelakukan kuisioner dan wawancara selama sepuluh tahun. Informasi yang dikumpulkan termasuk data frekuensi kunjungan ke pementasan teater, konser, atau opera, bioskop, galeri seni, pameran atau museum.
Para peneliti percaya bahwa kekuatan dari acara hiburan budaya terletak pada kombinasi interaksi sosial, kreativitas, rangsangan mental, dan aktifitas fisik lembut yang mereka dorong. "Kami sangat terkejut dengan hasilnya. Khususnya kami menemukan hubungan yang sama antara keterlibatan budaya dan depresi diantara mereka yang berkecukupan dan kurang berkecukupan, juga tingkat pendidikan yang berbeda. Satu-satunya hal yang berbeda adalah tingkat frekuensi partisipan. Agar memiliki manfaat jangka panjang untuk kesehatan mental, kita perlu terlibat dalam kegiatan acara hiburan budaya secara teratur. Ini mirip dengan latihan berlari pada awal Januari tidak akan memiliki manfaat yang sama di bulan Oktober kecuali terus dilakukan," lanjut Fancourt.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved