Indonesia Menuju Kiblat Feysen Muslim Dunia

Suryani Wandari Putri
15/12/2018 12:15
Indonesia Menuju Kiblat Feysen Muslim Dunia
Kolaborasi Indonesia Fashion Chamber di JFW 2018 beberapa waktu lalu.(Dok. Antara/PUSPA PERWITASARI)

Indonesia Fashion Chamber (IFC) baru saja menyelesaikan fashion show bertaraf internasional La Moda Sur La Seine a Paris. Acara ini berlangsung sukses di atas Kapal Boreas yang berlayar menyusuri Paris  dari Menara Eiffel, pada 1- 2 Desember silam.

Menurut Ali Charisma, National Chairman Indonesia Fashion Chamber, acara ini mendapatkan respon positif, bahkan melebihi harapan. “Tamu yang datang melebihi kapasitas dari 400 tempat duduk yang disediakan. Mereka bahkan merespon positif terhadap keunikan konten lokal yang diangkat para desainer Indonesia,” kata Ali Jumat (14/12).

Beragam busana lokal memang dihadirkan dalam karya 16 desainer anggota IFC. Diantaranya Deden Siswanto yang menampilkan beragam kain yang didesain seperti kimono musim dingin, Lenny Agustine yang menampilkan batik dari kabupaten Sula, dan  Sofie yang menampilkan tenun. Seluruh koleksi itu diperagakan 27 model internasional dengan wajah yang mencerminkan Kota Paris yang multikultural, seperti berwajah Kaukasia, Timur Tengah, Oriental hingga Afro-Amerika.

Keberhasilan itu membuat IFC mencanangkan kegiatan serupa tahun berikutnya. Diharapkan ajang ini akan menjadi pintu masuk bagi para perancang Indonesia guna menarik pembeli mancanegara, khususnya Eropa. ”Bukan hanya mengenalkan buyer di sana tetapi menarik buyer untuk datang ke Indonesia. Lewat acara kemarin, sudah dipastikan ada 5-6 buyer yang akan bekerja sama dengan para desainer, tetapi namanya memang nama-namanya belum bisa dibocorkan,” lanjut Ali.

Sementara itu Gati Wibawaningsih, Direktur Jendral Industri Kecil dan Menengah Kementerian Perindustrian RI mengatakan acara yang menampilkan banyak busana modest itu semakin mendekatkan Indonesia menjadi kiblat fashion muslim dunia. “Rasanya perlu menjadikan Indonesia sebagai salah satu kiblat fesyen muslim dunia, karena negara kita merupakan penduduk muslim terbesar di dunia. Bahkan peluang pasar domestiknya mencapai US$ 20 Miliar yang berarti menguasai 1,9% pasar feysen dunia,” kata Gati.

Satu hal yang membanggakan, peningkatan prestasi Indonesia di dunia internasional terbilang cukup signifikan. Prestasi itu ditunjukan dari data The State of Global Islamic Econom Report 2017/2018 yang mencatat Indonesia sebagai runner up yang mengembangka Fesyen Muslim terbaik, setelah Uni Emirat Arab.

“Padahal pada laporan sebelumnya, Indonesua tidak termasuk dalam 10 besar. Hal ini menunjukan selangkah lagi Indonesia berada pada urutan pertama menjadi kiblat fesyen muslim dunia,” tutup Gati. (M-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya