Upaya Mengakrabkan Lagu Daerah pada Anak-Anak

Retno Hemawati
13/12/2018 15:59
Upaya Mengakrabkan Lagu Daerah pada Anak-Anak
(ANTARA FOTO/Maria Cicilia Galuh)

BERTEMPAT di Galeri Indonesia Kaya, kemarin, dilangsungkan acara bertajuk Suara Anak Indonesia, Upaya Bersama Lestarikan Lagu Daerah. Acara ini digelar sebagai bentuk kepedulian pada lagu-lagu daerah yang keberadaannya kini semakin kurang diakrabi oleh anak-anak Indonesia.

Hadir dalam acara ini sejumlah profesional dengan latar belakang berbeda antara lain Andrew Darmoko selaku produser musik yang memproduksi album bertajuk Suara Anak Indonesia dan Lolita Malaihollo selaku General Manager dari VIP Talent Management.

Hadir pula Tika Bisono, seorang psikolog perkembangan anak yang juga dikenal sebagai penyanyi tahun 1980-1990an. "Seyogyanya anak-anak menyanyikan lagu-lagu sesuai usia tumbuh kembangnya. Banyaknya  lagu daerah yang tersebar di nusantara merupakan peluang yang sangat besar untuk menjadi bahan pengajaran kesenian di sekolah. Dan karena dibarengi dengan aneka gerak dan tari, maka akan mendorong anak-anak untuk bergerak agar terasah kecerdasan motorik kasar dan halusnya. Belum lagi banyaknya nilai-nilai yang tersirat dan tersurat dalam sebuah lagu akan menjadi sumber pengembangan etika, moral dan kearifan lokalnya," jelas Tika Bisono serius.

Adalah Clarice, 12, penyanyi yang turut menyumbangkan lagu dalam album Suara Anak Indonesia akan tampil membawakan sejumlah lagu daerah seperti Rasa Sayange, Anging Mamiri, Buka Pintu, dan lain-lain. Tampil pula penyanyi cilik Tara Cherrino, 6, yang menyumbangkan lagu Gundul-Gundul Pacul dan Suwe Ora Jamu.

Andrew Darmoko menjelaskan bahwa selaku produser musik, dia tergerak untuk meluncurkan album berisikan lagu-lagu daerah ketika mendapatkan undangan acara syukuran ulang tahun Guruh Soekarnoputra. Di acara tersebut, Clarice yang tak lain adalah putrinya, diminta menyanyi oleh Guruh, dan Clarice hanya membawakan dua lagu yang dia kuasai saja yaitu Suwe Ora Jamu dan Gundul Gundul Pacul.

"Saat itu Mas Guruh sempat berujar bahwa sayang sekali kalau anak-anak zaman sekarang semakin sedikit yang mengenal lagu-lagu daerah. Dari situlah saya berpikir untuk bisa memproduksi lagu daerah yang aransemen musiknya lebih modern dan dinyanyikan oleh anak-anak zaman sekarang," jelas Andrew Darmoko. (Eno/M-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Retno Hemawati
Berita Lainnya