Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MEMBUAT undangan makan untuk membicarakan bisnis memang tidak asing. Suasana yang lebih rileks ketimbang rapat formal dan tentunya perut yang terisi akan membuat pembicaraan lebih mengalir.
Namun nyatanya ada trik lebih khusus untuk menyukseskan negosiasi. Inilah yang ditemukan dari penelitian kerjasama dosen dua univeristas Amerika Serikat (AS), Chicago Booth dan Cornell University.
Dilansir Science Daily, penelitian eksperimen lab ini membagi para partisipan, yang tidak saling mengenal, ke dalam dua peran yakni perwakilan manajemen perusahaan dan perwakilan serikat pekerja. Negosiasi soal upah dilakukan dengan setting acara makan.
Setengah kelompok pasangan partisipan mendapat bentuk jamuan makan dimana masing-masing orang mendapat makannnya sendiri. Sementara setengah pasangan partisipan lainnya mendapat jamuan yang dimakan dengan cara berbagi.
Setiap pasangan partisipan mendapat kesempatan maksimal 22 kali pertemuan. Dalam skenario itu pula Serikat pekerja ditetapkan akan mulai mogok kerja di pertemuan ketiga. Dampak mogok kerja itu dibuat berat bagi kedua pihak sehingga mereka harus mencapai kesepakatan secepat mungkin.
Penelitian menunjukkan pasangan dengan makanan berbagi, rata-rata mencapai 9 hari mogok sebelum mencapai sepakat. Hasil itu empat kali pertemuan lebih cepat ketimbang pasangan dengan makanan terpisah.
Penelitian yang dilakukan Profesor Ayelet Fishbach dan Kaitlin Wooley itu kemudian diulang lagi dengan partisipan yang merupakan orang yang saling mengenal. Hasilnya, memang orang-orang yang pada kenyataannya adalah teman, lebih cepat bersepakat.
Namun hubungan personal itu tidak mengubah temuan inti. Yakni, pada mereka yang saling mengenal pun bentuk jamuan dengan makanan berbagi tetap lebih cepat menghasilkan kesepakatan.
Penelitian ini memberi ide bahwa jamuan makan ala tradisi Timur Tengah, India atau Tiongkok yang memiliki menu untuk dimakan bersama, bisa lebih direkomendasikan untuk kebutuhan negosiasi.
Di sisi lain Fishbach mengungkapkan ada nilai penting lain yang diingatkan dari penelitian itu. "Pada dasarnya, setiap makanan yang hanya kamu makan sendirian sama saja dengan hilangnya kesempatan untuk menjalin hubungan sosial," katanya. Memang bukankah lebih enak makan bersama ketimbang sendiri? (M-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved