Cedera tak Memudarkan Impiannya Berprestasi di Judo

(M-4)
08/12/2018 05:45
Cedera tak Memudarkan Impiannya Berprestasi di Judo
(MI/PERMANA)

HEVRILIA Windawati mungkin tak pernah membayangkan bahwa setelah empat bulan penuh dirinya berlatih judo dengan keras di Jepang, ia tak berkesempatan mengeluarkan seluruh kemampuannya pada ajang Asian Games 2018 lalu. Dirinya terpaksa harus menyerah di babak 16 besar saat bertemu dengan atlet dari Korea Selatan, Kim Seong-yeon, disebabkan cedera kaki.

Hevrilia ialah salah saju atlet judo Indonesia yang masih muda dan memiliki banyak kesempatan untuk berprestasi. Lahir dari keluarga sederhana, ayah Hevrilia ialah seorang pelatih yang dulunya merupakan pegulat dan ibunya membuka warung kelontong dan sayur-mayur di depan rumahnya. Sejak usia 8 tahun, ayahnya sudah mendorong Hevrilia untuk menjadi seorang atlet judo.

Sejumlah prestasi baik nasional maupun internasional telah diraih dara asli Mojokerto ini, di antaranya berhasil menduduki peringkat ketujuh pada Asian Youth Game pada 2013 dan medali perunggu dalam Sea Games 2017. Bagi Hevrilia, Sea Games 2017 ialah kompetisi yang paling berkesan. Pasalnya, ini ialah kompetisi internasional pertamanya dan berhasil menyabet medali perunggu.

Meski pada Asian Games kemarin mahasiswi Pendidikan Guru Universitas Negeri Surabaya (Unesa) ini tidak bisa berbicara banyak karena cedera, semangatnya tetap membara untuk bisa segera pulih dan berlatih agar bisa berprestasi kembali. Saat ini kondisi kakinya sudah membaik sekitar 50%.

Cerita cedera, saat itu tumpuan kakinya berada pada posisi yang kurang pas lantas posisi kaki terlipat dan ia pun terjatuh. Menurut dokter ligamennya terputus dan membutuhkan operasi. Operasi pun dilakukan memakan waktu hingga 5 jam. (M-4)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya