Jafro Megawanto, Atlet Masa Kini yang Merangkai Masa Depan

(*/M-4)
08/12/2018 04:25
Jafro Megawanto, Atlet Masa Kini yang Merangkai Masa Depan
(MI/PERMANA)

SIAPA sangka seorang paraboy cilik yang saat itu masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) kini telah menjadi seorang atlet Paralayang muda berbakat Indonesia. Jafro Megawanto yang berusia 22 tahun telah bersinar dengan prestasi yang diperolehnya di ajang Asian Games 2018 lalu. Baginya, paralayang ialah sebuah impian yang akhirnya terwujud sekaligus hadiah bagi kedua orangtuanya.

Lahir dari keluarga petani sederhana di Malang, Jawa Timur, dan sempat dilarang ayahnya, tak memutuskan asa Jafro untuk menjadi seorang atlet paralayang profesional. Jafro tidak pernah patah arang untuk  mengejar impiannya.

Untuk mencapai tempat latihan, Jafro membutuhkan biaya transportasi berupa ojek. Ayahnya saat itu memintanya untuk berhenti berlatih karena boros untuk uang transportasi. Namun, berkebalikan dengan ayahnya, ibunya justru tetap mendukung dan diam-diam memberikan ongkos kepada Jafro. Jatuh cinta terhadap olahraga paralayang sejak SD, atlet ini memulai kiprahnya sebagai paraboy atau tukang lipat parasut dengan upah Rp5 ribu rupiah per parasut.

“Kebetulan sekitar 300 meter dari rumah terdapat tempat pendaratan paralayang. Jadi, setiap hari lihat yang latihan. Kebanyakan teman-teman yang masih sekolah kalau siang setelah sekolah ke landing untuk bantu lipat parasut. Untuk satu parasut dibayar Rp5 ribu,” ungkap Jafro.  

Di usianya yang baru menginjak 22 tahun ini Jafro sudah mencapai sejumlah prestasi, seperti menyabet medali di Asian Games 2018 berupa 2 medali emas dan 1 medali perunggu. Cabang yang dijuarai Jafro ialah kategori ketepatan mendarat. Sebelumnya, Jafro pernah mengikuti training centre (TC) di Serbia, lalu ke Kanada, dan Slovenia. Jafro mengikuti kejuaraan dunia seri sehingga sekaligus mengikuti TC. Pada 2018 ini sempat mengikuti kompetisi di Kazakhstan dan memperoleh medali perak.

Hingga saat ini Jafro terhitung sudah menjalani karier sebagai atlet paralayang profesional selama 6 tahun. Ia sudah mengoleksi medali berjumlah sekitar 30 medali yang ia simpan dengan rapih. Pada ajang Asian Games 2018 kemarin pun Jafro menjadi salah satu atlet dengan bonus terbanyak mencapai sekitar Rp2,4 miliar.

Bonus-bonus yang ia peroleh dari prestasinya dari PON hingga Asian Games 2018 disimpan untuk membangun bisnis vila yang dicita-citakannya. Terkait dengan bisnis vila, hal itu karena daerahnya merupakan kawasan wisata, baginya ini ialah sebuah peluang. “Pesan saya jangan terlalu foya-foya untuk bonus. Harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk hari tua nanti. Insya Allah yakin punya masa depan baik karena saya bisa berusaha dan sudah dipersiapkan dari sekarang. Kalau pensiun sebagai atlet mau bisnis vila jalan, PNS jalan,” harapnya.

Selain itu, bonus juga disumbangkan untuk bencana serta tetangga-tetangga di daerahnya yang kekurangan. Uang tersebut juga dibagikan untuk korban Lombok, untuk tetangga-tetangga yang kekurangan, dan tentunya untuk rekan setimnya di klub. Baginya uang tersebut sudah lebih dari cukup sehingga ia ingin berbagi juga dengan orang lain. (*/M-4)

 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya