Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Pengelola Geopark Belitong dan Kementerian Pariwisata baru saja menggelar Festival Geopark III di Pulau Belitung, pada akhir pekan lalu. Event tersebut menawarkan perangkat keilmuan, estetika, kelangkaan, hingga pendidikan. Plt Deputi Bidang Pemasaran I Kementerian Pariwisata Ni Wayan Giri Adnyani mengatakan, kawasan geopark merupakan objek penelitian yang sangat unik dan menarik.
“Sebab, kawasan ini sangat beragam. Semua aspek ada di dalamnya, mulai dari konservasi hingga menyangkut bisnis dan penerapannya. Lebih unik lagi, ada banyak sisi positif yang bisa dioptimalkan dari konsep geopark ini,” lanjutnya. Digelar selama 24-25 November, Festival Geopark III diawali dengan International Summer Course Program. Event tersebut dihadiri civitas akademika dari beberapa universitas mancanegara.
Selama mengikuti program ini, para civitas akademika mancanegara itu diajak mengunjungi 10 geosites di Geopark Belitong. Mereka mendapat transformasi beragam pengetahuan melalui kuliah lapangan. “Kawasan geosites di Belitung ini memiliki karakter sangat khas. Yang jelas, optimalisasinya memberi manfaat bagi kesejahteraan masyarakat. Ada banyak wisatawan datang.
Adapun mahasiswa mancanegara peserta summer course yang digagas Departemen Biologi Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Institut Pertanian Bogor tersebut berasal dari University Putra Malaysia, Kasetsart University Thailand, Kanazawa University Japan, dan Osaka University Japan.
“Dari kegiatan ini, para mahasiwa akan mengedukasi masyarakat peduli terhadap geopark di daerah masing- masing,” terang Hirman Fuadi Putra, Koordinator Lapangan program summer course tersebut. Kiko, mahasiswa asal Kanazawa University, mengatakan dirinya belajar banyak dari kegiatan itu, utamanya perihal sejarah geopark di Pulau Belitung.
“Saya berterima kasih karena telah mendapatkan pelajaran sejarah di Negeri Laskar Pelangi ini, khususnya mengenai geopark. Di Belitung ini banyak sekali tempat ekowisata yang indah dan memesona.
Sementara itu, Latino Kristian dari BP Geopark Belitong menjelaskan, Festival Geopark III pada hari pertama diisi dengan aktivitas Geo Planting, atau penanaman pohon, dan Geo Trekking, di Open Pit Nam Salu di Desa Senyumbuk, Kecamatan Kelapa Kampit, Belitung Timur. Adapun puncak kegiatan festival diadakan di Pantai Burong Mandi. Selain acara Geopainting, ada pula pertunjukan seni budaya, dan acara kulineran.
Lebih lanjut, Latino mengemukakan, kegiatan Festival Geopark III di Pulau Belitung ini merupakan bagian dari serangkaian persiapan untuk mengusulkan Geopark Pulau Belitung sebagai UNESCO Global Geopark. Usulan itu akan diajukan pada 2019. Di samping memiliki kekayaan arkeologi, ekologi, sejarah, dan budaya, keberadaan geopark memang menjadi apresiasi atas estetika lingkungan demi pembangunan berkelanjutan.
Menteri Pariwisata Arief Yahya menjelaskan, masyarakat selalu merasakan manfaat langsung dari geopark ini. “Festival Geopark III ini event esar. Ada banyak pengetahuan di sana, penyelenggaraannya pun diharapkan menelurkan formulasi baru terkait optimalisasi geopark. Jadi, potensi ini makin bermanfaat dan konservasi alam terus berlanjut,” pungkas Menpar.
Sebelumnya, destinasi ekowisata tersebut baru saja menjadi arena Festival Tanjung Kelayang, pada 15-19 November lalu. Festival itu dikunjungi lebih dari 25.000 wisatawan dan memberi impak ekonomi riil kepadamasyarakat setempat. “Keseimbangan konservasi dan aspek ekonomi tercapai di Geopark Belitong ini. Semuanya bisa berjalan beriringan,” ujar Asisten Deputi Bidang Pemasaran I Regional I Kemenpar Masruroh. (RF/M-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved