Megibung, Liwetan ala Bali

Rizky Noor Alam
01/12/2018 23:00
Megibung, Liwetan ala Bali
(MI/RIZKY NOOR ALAM)

BERLIBUR ke Bali bagi sebagian orang sudah biasa. Ingin ke Pulau Dewata, tapi ingin mencicipi sesuatu yang baru. Mungkin saatnya mencicipi makanan ala megibung.

Megibung ialah tradisi di Bali. Berasal dari kata gibung yang diberi awalan me-. Gibung berarti kegiatan yang dilakukan banyak orang, saling berbagi antarsatu orang dengan yang lain. Megibung bisa diartikan makan bersama. Mirip dengan liwetan di Jawa yang tren belakangan, tetapi yang dihidangkan makanan khas Bali.

Bila ingin tahu makan ala megibung, coba datang ke Aston Kuta Hotel and Residence di jalan Wana Segara, Kuta. Paket megibung di hotel ini cukup terjangkau, hanya Rp100ribu ++ per paket minimum pemesanan 2 paket. Dalam paket tersebut, Anda akan mendapatkan delapan makanan yang berbeda.

Sebagai pembuka, Anda dapat menikmati sup ikan laut bumbu bali atau bahasa lokalnya ialah sup be pasih. Itu merupakan sup bening berisikan potongan daging ikan tenggiri yang dicampur dengan bakso ikan, tomat, kentang, dan wortel. Rasanya gurih, sedikit asam, dan sedikit manis dengan kuah yang berminyak. Efek minyak itu timbul karena sup yang dimasak menggunakan bumbu betutu khas Bali atau bumbu genap.

Ada lawar kacang panjang yang dibuat dari kacang panjang yang direbus dan diberi sedikit bumbu genap dan ditambah sambal embe yang merupakan salah satu sambal khas Bali. Tekstur kacangnya masih renyah (crunchy) saat dikunyah, artinya dimasak dengan tingkat kematangan yang pas dan warnanya pun masih tampak hijau segar. Rasanya gurih dan tidak terlalu pedas.

"Bumbunya itu selain bumbu genap dan sambal embe, diberi limau dan terasi. Rahasia kacangnya tetap hijau dan crunchy adalah teknik merebusnya. Jadi, saat air sudah mendidih dan diberi sedikit garam, cukup direbus selama tiga menit, lalu diangkat dan disiram air dingin," jelas Executive Chef Aston Kuta Hotel and Residence, Arif Suryadi, kepada Media Indonesia, pada awal November.

Sayuran lain yang bisa dinikmati ialah urap bali. Yang membedakannya dengan urap dari Jawa ialah rasa. Pada urap bali, bumbunya dicampur sedikit sambal embe dan sambal bajak yang dipadukan dengan kelapa sangrai dan perasan lemon. Sementara itu, urap jawa umumnya diberi tambahan kencur. Dari segi rasa hampir sama dengan di Jawa, hanya urap Bali gurih dan manis.

Ayam
"Selanjutnya ada ayam serampah merupakan boiled chicken (ayam rebus) yang di-diced (potong dadu), lalu diberi bumbu betutu yang diberi santan dan irisan cabai rawit," imbuh chef Arif.

Secara umum, cita rasa ayam serampah ini unik, gurih, creamy, dan sedikit pedas dengan daging ayam yang empuk, cocok dinikmati dengan seporsi nasi panas. Selain ayam serampah, ada pula ayam betutu. Ayam betutu yang disajikan berbeda dari biasanya. Menurut chef Arif, Ayam Betutu yang diraciknya tidak hanya di-steam, tapi juga di-roast agar aromanya semakin keluar.

"Jadi, di-roast agar menambah aroma, kemudian disiram dengan saus betutu, kalau aslinya kan tidak disiram hanya ditempatkan terpisah," imbuh chef Arif. Rasa daging ayam betutu racikan chef Arif lembut dan bumbunya meresap, sedikit pedas, yang akan membuat Anda terus-terusan menambah nasi.

Sate lilit
Tidak lengkap jika menikmati makanan Bali tanpa adanya sate lilit. Berbeda dengan sate lilit umumnya, teksturnya sedikit kasar karena daging yang digunakan merupakan perpaduan dari daging ayam dan daging sapi, bukan menggunakan ikan pada umumnya.
"Kalau sate lilitnya kita pakai ayam dan daging yang digiling, dicampur, dihaluskan, lalu diberi bumbu betutu, sambal embe, dan irisan cabai serta santan kemudian dililit," jelas chef Arif.

Tidak hanya itu, Anda juga akan mendapatkan pepes ikan dan ikan bakar. Pepes ikannya terbuat dari campuran ikan tuna, ikan mahi-mahi, dan ikan tenggiri yang dicampur dengan bumbu genap, tomat, sambal embe, dan sedikit santan, rasanya tentu gurih dan sedikit asin. Ikan bakarnya menggunakan ikan tuna yang dibakar dengan sambal bangkok dan kecap sehingga rasanya agak lebih manis, tapi tetap gurih.

Puas menikmati megibung, Anda wajib mencoba tropical squash untuk menetralisasi aneka rasa yang sudah dinikmati tersebut. Tropical squash terbuat dari stroberi, passion fruit, passion syrup dan soda, serta ditambah buah markisa akan menyuguhkan cita rasa asam, manis, dan menyegarkan, cocok dinikmati siang hari di tengah cuaca Bali yang terik, harganya tergolong murah hanya Rp30 ribu ++. (M-3)

 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya