Jam untuk Survival

Abdillah Marzuqi
26/11/2018 10:45
Jam untuk Survival
(Dok.Yankodesign)

LAZIMNYA jam didefinisikan sebagai penunjuk waktu. Begitu pun fungsinya, yakni sebagai indikator ketepatan waktu, lebih cepat, atau malah terlambat. Jam menolong orang untuk menandai kegiatan dan mengarahkan aktivitas.

Fungsi itu ternyata tidak cukup bagi jam besutan Gyeonggido Company dan studio desain SWNA. Mereka bekerja sama membuat desain jam yang bisa melakukan lebih dari sekedar penanda waktu. Jam itu bisa berfungsi sebagai perangkat survival bencana.

Dilansir dari yankodesign.com, jam bernama Life Clock memiliki rongga kompartemen pada desainnya. Rongga tersebut berfungsi untuk menyimpan perlengkapan darurat. Dalam kompartemen tersimpan di antaranya dua tongkat sumber cahaya yang masing-masing dapat bersinar selama 12 jam. Tongkat itu dibungkus dengan kertas yang dapat digunakan sebagai reflektor, sehingga bisa digunakan sebagai senter darurat.

Kompartemen itu juga menyimpan selimut foil untuk mempertahankan suhu tubuh dan peluit darurat untuk meminta pertolongan.

Masih ada helpline yang berfungsi sebagai pemandu untuk menjangkau lokasi korban. Caranya tinggal mengikatkan salah satu ujung ke diri korban lalu lempar ujung lain ke penolong.

Terakhir, perban untuk menutup luka ataupun menghentikan pendarahan. Life Clock juga bisa digunakan sebagai pelindung kepala darurat.

Selain itu, kompatemen dalam juga dilengkapi ruang ekstra yang dapat digunakan sebagai penyimpan kacamata, obat-obatan, baterai, atau nutrisi darurat untuk membantu korban tetap hidup dan aman sampai bantuan datang. Meski dengan fungsi survival, desain Life Clock terbilang cukup cantik untuk dipajang di atas meja atapun ditempel di dinding. (M-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya