Kerinduan untuk Kembali ke Masjid Nabawi

Agus Mulyawan
25/11/2018 06:30
Kerinduan untuk Kembali ke Masjid Nabawi
(MI/Agus Mulyawan)

MENGINJAKKAN kaki di Masjid Nabawi yang merupakan masjid terbesar kedua di dunia setelah Masjidil Haram membuat kami tertegun, sambil mengucapkan Assalamu alayka Ya Rasulullah… Allaahumma sholli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad… kami melangkah ke dalam masjid yang sangat dingin dan harum.

Para peziarah tidak menyia-nyiakan waktu di dalam masjid dengan bersegera melaksanakan salat sunah mengingat sabda Baginda Nabi Besar Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam yang mengatakan, “Salat di masjidku (Masjid Nabawi) lebih baik dari 1.000 salat di masjid lainnya selain Masjidil Haram.”

Kami pun kembali melangkah di dalam masjid di pusat Kota Madinah yang sangat luas yang dibangun di bekas rumah Nabi mulai tahun 622 Masehi menuju Raudah, area yang disebut-sebut sebagai taman surga, tempat di antara makam dan mimbar Baginda Rasul. Padatnya jemaah yang ingin melaksanakan salat dan berdoa di area karpet berwarna hijau membuat para askar/penjaga melakukan sistem buka tutup agar tidak berdesakan.

Tidak begitu lama kita mendapat kesempatan untuk berdoa karena kita juga harus memberi ruang bagi ummat muslim dari penjuru dunia yang ingin salat dan berdoa di taman surga.

Dengan berat hati, kami pun diminta untuk keluar dengan berjalan beriringan melewati makam Baginda Nabi yang berada di dalam Nabawi.     

Para jemaah kembali berjalan sambil mengingat-ingat pintu masuk masjid agar tidak tersasar karena begitu luas dan ramainya peziarah.

Sekembali ke dalam Masjid Nabawi pandangan kami langsung tertuju pada galon-galon berisi air Zam-zam yang melimpah di setiap sudut masjid, dahaga terobati dengan menenguk air suci yang dingin dan sangat berkhasiat itu.

Setelah melaksanakan salat Asar berjemaah kami disuguhkan pemandangan anak-anak, remaja, dan orang tua belajar mengaji ataupun hapalan kitab suci Alquran oleh para ustaz secara gratis.
Lantunan ayat-ayat suci Alquran membuat hati kami bergetar akan kebesaran Allah SWT dan perjalanan spiritual di Masjid Nabawi di Kota Suci Madinah begitu membakas. Hati kami pun berkata kami ingin kembali bersujud dan berdoa di Nabawi.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Riky Wismiron
Berita Lainnya