Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
"Jika kalian pernah mendengar cerita atau menonton film tentang Robin Hood, lupakan (sejenak) itu," kata sang narator dalam film Robin Hood (2018) yang saat ini tengah tayang di bioskop-bioskop. Film ini disebut berbeda dari segi penceritaan jika dibandingkan dengan film Robin Hood yang pernah ada.
Cerita dibuka tentang kehidupan seorang bangsawan Inggris, Robin of Loxley (Taron Egerton, aktor utama film Kingsman 1 & 2). Sang bangsawan yang hidup dengan tenang dan bahagia bersama kekasihnya Marian (Eve Howson) tiba-tiba terusik oleh sebuah surat berstempel Sherif Nottingham.
Robin harus meninggalkan rumah dan kekasih untuk ikut wajib militer. Sang bangsawan bersama para pemuda Inggris lainnya dikirim ke jazirah Arab, menjadi bagian dari tentara perang salib.
Beberapa tahun berlalu. Robin dipulangkan dari Arab karena desersi dan terluka. Namun, ketika Robin kembali ke negerinya, keadaan sudah jauh berbeda. Rakyat sengsara karena pajak yang mencekik dan beban hidup yang terlalu tinggi.
Atas dalih untuk mendanai tentara salib dalam perang di jazirah Arab, Sherif bersekutu dengan gereja menarik pajak para bangsawan dan menekan rakyat. Di sisi lain, pejabat yang telah mengumpulkan pajak terindikasi korup.
Robin tidak tahan melihat kesewenang-wenangan Sherif dan kesengsaraan rakyat. Ia pun bersekutu dengan Little John (Jamie Foxx) melawan tirani para pejabat yang sangat kuat. Little John adalah mantan pejuang Arab yang diselamatkan Robin. Ia menyelundup dalam kapal yang membawanya sampai Nottingham.
"Aku belum pernah melihat orang sepertimu. Kau tidak takut kematian. Itulah sebabnya aku memilihmu," kata Little John kepada Robin.
Dengan busur panah, pakaian bertudung (hood), dan masker, Robin mengambil risiko mencuri hasil rampasan pajak untuk kemudian membagikannya ke rakyat jelata.
Aksi memukau
Film berkategori 17+ ini masuk kategori film laga (action) pertualangan (adventure). Dari total durasi 116 menit, hampir separuhnya berisi aksi laga memukau.
Tampaknya, itulah salah satu pembeda film Robin Hood era milenial ini dengan pendahulu-pendahulunya di samping kostum yang trendi dan siluet pas badan, pun riasan mata gelap Marian. Tidak lagi elegan, tetapi penuh dengan energi. Sang sutradara, Otto Bathurst, mampu menghadirkan aksi gelut dengan apik tanpa senapan, mobil, ataupun sepeda motor.
Saat Robin bertempur di jazirah Arab, misalnya, kita akan teringat film Black Hawk Down kala sekelompok tentara Amerika menyelamatkan rekan mereka yang di sandera. Adegan penyelamatan seperti itu juga ada dalam Robin Hood.
Bedanya, tidak ada senapan ataupun senjata api nan canggih dalam Robin Hood. Pertempuran hanya bermodal busur dan anak panah, pedang, dan jotosan. Namun, pertempuran tetap terasa mendebarkan dan dramatis dengan efek visual, pengambilan gambar, dan tata suara yang pas.
Hal yang sama juga diperlihatkan ketika aksi kejar-kejaran Robin Hood dan anak buah Sherif Nottingham. Tidak ada mobil ataupun sepeda motor, tetapi aksi kejar-kejaran dengan kuda ataupun kereta kuda ternyata tak kalah seru .
Robin Hood (2018) yang diproduseri Leonardo Dicaprio dan Jennifer Davisson ini merupakan cerita rakyat di tanah Britania yang sudah melegenda. Robin Hood pun telah sering difilmkan, antara lain The Adventures of Robin Hood (1938), The Story of Robin Hood and His Merrie Men (1952), film animasi Robin Hood (1973), Robin and Marian (1976), Robin Hood: Prince of Thieves (1991), hingga Robin Hood (2010). (M-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved