Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MESKI harus cermat berhitung untuk pengeluaran di Monako, jangan menjadi kaku untuk dua hal ini. Makan di Quai des Artistes dan mengunjungi Musee Oceanographique Monaco.
Restoran Quai des Artistes tepat di sebelah kantor Laboratorium Lingkungan IAEA. Kualitas restoran berkonsep brasserie Prancis yang mewah ini bisa dilihat dari rating bintang empat di Tripadvisor, bahkan beberapa tahun lalu mendapat rating bintang lima.
Menunya campuran Prancis, Mediterania, dan Italia. Hal itu disebabkan ada pilihan pasta khas Italia maupun hidangan ikan dengan mentega cair melimpah khas masakan Prancis-Mediterania.
Saya sempat dua kali bersantap di sana. Duduk di teras yang menghadap pelabuhan maupun di dalam restoran dengan interior sofa panjang dan lampu kristal. Sama nyamannya.
Di restoran tersebut, hidangan penutup ialah juaranya, terutama charlotte aux poires yang berupa tart dengan potongan buah pir segar di dalamnya serta serpihan cokelat di atasnya. Sementara lidah saya merindukan rasa Indonesia di masakan utamanya, untuk hidangan penutup itu, ekspektasi saya terpuaskan. Malah, andai bisa kembali, tujuan saya pastilah hanya demi tart yang nikmat, tapi ringan dan segar tersebut.
Untuk hidangan lengkap mulai pembuka sampai penutup, tanpa minuman alkohol, harga di restoran itu pun cukup terjangkau, yakni 23 euro, atau sekitar Rp391 ribu.
Setelah perut terisi, Anda bisa berjalan kaki ke kompleks istana yang berada di atas pelabuhan. Di sana, selain tentunya ada istana tempat tinggal penguasa saat ini, Pangeran Albert II, serta deretan restoran dan toko suvenir di bangunan-bangunan kastil; juga terdapat Cathedrale Notre-Dame-Immaculee yang menjadi permakaman banyak keluarga Grimaldi, termasuk aktris/Putri Grace Kelly serta suaminya, Pangeran Rainier III, yang meninggal pada 2005.
Yang juga pantang dilewatkan ialah Musee Oceanographique. Museum dengan bangunan bak istana di karang tepi laut ini didirikan Pangeran Albert I pada 1910. Museum ini sekaligus bukti bagaimana para pemegang takhta dari klan Grimaldi memiliki kepedulian atas laut sejak dulu.
Pangeran Albert I memimpin langsung berbagai ekspedisi kelautan. Bahkan, di era 1800-an, ia sudah menemukan metode memetakan arus laut. Di dalam kapalnya pula ia membuat laboratorium untuk riset dan pendataan. Replika kapal tersebut terdapat di museum itu, bersanding dengan laboratorium aslinya serta penuturan berbentuk audiovisual yang sangat menarik dan interaktif. Museum itu benar-benar sukses memadukan kecanggihan teknologi dengan sejarah masa lampau.
Musee Oceanographique juga memiliki beragam akuarium, termasuk akuarium raksasa bervolume 450 ribu liter. Koleksinya mencakup hampir 100 spesies ikan dan lebih dari 200 spesies invertebrata. Bahkan, ada akuarium dengan embrio hiu yang masih berada dalam kantungnya. Kunjungan ke museum itu bisa dilakoni hanya dengan 11 euro untuk dewasa. (Big/M-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved