Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
"DI sini sebagian besar, malah sebenarnya semua pegawai, tidak tinggal di Monako. Kami tinggal di Prancis dan tiap hari pergi-pulang karena biaya tempat tinggal sangat mahal di sini," kata Direktur Laboratorium Lingkungan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) David Osborn di kantornya di Port Hercule, Monako, Jumat (19/10). Pengakuan Osborn yang notabene ialah pegawai badan PBB itu menegaskan anggapan mahalnya biaya hidup di negara kerajaan tersebut.
Meski merupakan negara terkecil kedua di dunia setelah Vatikan, Monako unggul sebagai taman bermain kalangan ultra-rich atau tajir melintir. Penduduk asli yang disebut Monegas dikabarkan hanya sekitar satu per tiga penduduk di kala siang.
Begitupun, lima hari di Monako, saya yang sedang dalam perjalanan kerja dan bisa dikategorikan turis pas-pasan tidak pula merasa tersiksa. Untuk menikmati Monako dengan kacamata sobat kismin --bahasa kaum milenial untuk kelas menengah bawah Anda tidak boleh terintimidasi dengan deretan butik brand dunia yang tersebar di sana, mulai Avenue De Monte-Carlo hingga Jardin Exotique.
Jangan pula memaksa diri mencari hiburan berupa pementasan-pementasan di Theatre Princesse-Grace, apalagi ingin coba-coba adu nasib di kasino Monte Carlo yang sudah dua kali jadi setting film James Bond.
Sebaliknya, yang harus dilakukan ialah fokus pada pesona Monako yang bisa dinikmati gratis. Itu tidak sulit lantaran Kota Monako sejatinya sudah cantik dengan bangunan-bangunan bergaya barok yang mengacu abad ke-19. Kemudian, sekali lagi, luasnya yang sempit membuat semua bisa dijelajahi dengan berjalan kaki.
Seorang pekerja di Monako bahkan mengatakan dengan berjalan kaki satu jam kita sudah hampir dapat menyisir semua tempat wisata di pinggiran laut, mulai Port Hercule lalu terus ke utara.
Wisata jalan kaki
Itulah yang saya lakukan sejak sore pertama di Kota Grace Kelly tersebut. Dari hotel yang terletak sisi selatan Boulevard Princesse Charlotte, saya berjalan ke arah pelabuhan.
Boulevard Princesse Charlotte hanya satu dari sedikit jalan di Monako yang memiliki dua jalur. Mayoritas jalanan di Monako hanya terdiri atas satu jalur. Kanan kirinya pun penuh kendaraan parkir.
Dengan kontur kota yang berada di bukit terjal, kemampuan menyetir Anda harus sangat mumpuni. Walau begitu, pengemudi di sini tampaknya tidak stres dan tetap penyabar. Pejalan kaki selalu jadi raja. Buktinya, melihat gestur orang ingin menyeberang saja, kendaraan akan langsung melambat dan berhenti. Tidak peduli tadinya mereka melaju agak kencang ataupun sedang di tanjakan.
Saya pun beberapa kali mendapati mobil-mobil hampir semuanya mewah langsung berhenti menanti saya menyeberang. Namun, justru saya yang jadi tidak enak karena sebenarnya saya hanya keasyikan berpose di persimpangan yang cantik.
Sesampai di Avenue D'Ostende, pemandangan pelabuhan dengan berbagai tipe kapal, dari kapal motor kecil sampai kapal pesiar langsung terhampar. Pada saat perhelatan F1 Grand Prix Monako yang biasanya berlangsung setiap Mei, pelabuhan ini dikabarkan sarat dengan super yacht konglomerat dan selebritas.
Dari situ, saya berjalan ke barat laut menuju Avenue De Monte Carlo, tempat kasino kesohor itu. Bagian depan kasino berada di balik arah datang saya, dan ternyata di sana ialah tempat favorit turis berfoto.
Jejak film James Bond sendiri kini hanya bisa dilirik lewat iklan jam tangan yang menampilkan gambar aktor Daniel Craig di bagian depan kasino yang arsitekturnya disebut belle-epoque itu.
Jika datang saat sore atau hawa sedang sejuk, nikmat pula menyesap suasana sambil minum kopi atau ngemil di Cafe de Paris yang ada di sisi kanan depan kasino. Sesuai namanya, gaya kafe Paris bisa dilihat dari meja dan kursi yang menghadap ke jalanan sehingga bisa menikmati pemandangan orang lalu-lalang. Dari kasino, jika berjalan turun ke utara, akan mendapati tikungan tajam di depan hotel Fairmont yang menjadi salah satu ikon grand prix.
Dengan berjalan kaki pula, Anda bisa melihat bahwa hingga ke jalan setapak yang paling tersembunyi pun, seperti di kolong jalan raya, semuanya tetap cantik dan bersih. Ini saya saksikan di hari berikutnya saat berjalan kaki dari hotel menuju kantor IAEA yang berada di sisi selatan Port Hercule.
Memang rute perjalanan ini cukup menantang fisik karena tangga yang sangat curam dan panjang. Namun, tetap lebih menghemat waktu ketimbang naik bus yang rutenya justru berputar-putar karena keterbatasan jalan besar. Tidak mengherankan jika banyak penduduk lanjut usia yang tampak masih bugar.
Anda dapat menutup pelesiran di malam hari dengan duduk di pinggiran Port Hercule yang bermandi cahaya lampu selepas senja. Apalagi jika kebetulan tengah ada pasar malam atau bisa juga menikmati suasana kota sembari santai di taman ataupun di ruang duduk terbuka yang banyak tersedia. Ditambah camilan dan minuman dari minimarket, jadilah malam Anda lebih nikmat ketimbang dinner di mal Jakarta.
Monako terbukti menjadi contoh bahwa kota yang mahal sekalipun, dengan jalur pedestrian, dan ruang terbuka yang nyaman nan bersih, akan bisa dinikmati siapa saja, termasuk sobat kismin. (M-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved