Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BATIK merah bermotif mega mendung dan burung hong itu dikenakan layaknya gaun one shouler. Tanpa banyak sematan yang membentuk tubuh dan bagian bawah yang dibiarkan begitu, hasilnya ialah keindahan dan kemewahan yang tidak neko-neko.
Gaun yang dibentuk dengan kain itu sekaligus menggambarkan konsep koleksi terbaru Yanny Tan. Desainer yang telah 10 tahun berkarya ini baru menggelar peragaan tunggal perdananya pada Rabu (21/11). Bertempat di The Dharmawangsa Hotel, koleksi itu menampilkan gaun-gaun berpotongan longgar dengan material batik dan tie-dye yang indah.
Selain kain batik yang dijadikan gaun satu bahu tadi, banyak tube dress dan halter neck dress yang juga berpotongan a-line. Bahan yang lembut melayang, dan ada pula yang berlapis, membuat tampilan total pemakaian bagaikan dewi-dewi.
Dalam jumpa media sebelum peragaan, Yanny menjelaskan makna dibalik pemilihan siluet-siluet longgar itu. "Banyak berpotongan loose yang menjadi ciri dalam koleksi busana kali ini. Ini menandakan kebebasan berkarya, bergerak, dan kebebasan bernapas sesuai tema," kata Yanny.
Kemerdekaan gerak, baginya, juga merupakan penafsiran kebebasan jiwa dan ekspresi. Dalam prosesnya berkarya, kebebasan itu diterapkan dalam menafsirkan kembali batik yang lahir dari torehan sketsa tanpa kehilangan filosofi dalam pakem batik itu sendiri.
Dalam koleksi ini, Yanny bercerita mengenai panorama alam yang dipenuhi motif flora dan fauna yang dibuat rumah produksi pribadinya. "Koleksi ini merupakan rangkaian imajinasi dan ekspresi tentang keindahan alam yang dituangkan di dalam desain batik baik warna maupun siluetnya," lanjutnya.
Jenis batik yang ia pilih sebagai inspirasi tidak terbatas pada batik daerah tertentu. Yanny mengaku motif itu tercipta dari sebuah pemikiran dan ide yang keluar dengan sendirinya hingga terdapat pula batik dengan latar belakang budaya peranakan seperti Tiongkok, Jepang, dan Turki yang diciptakan dari batik tulis dan cap.
Di antara 47 set gaun coctail dam gaun malam termasuk empat setelan busana pria ini, Yanny menyematkan pula eksplorasinya pada motif tie-dye. Yanny menyuguhkannya diatas kain tenun sutra atau ATBM yang diselaraskan dengan bahan-bahan masa kini seperti organdi sutra hingga tambahan bahan wol pada busana pria yang menjadi aksen apik pada kameja pria.
Soal eksplorasi batik ini, Yanny mengungkapkan telah lima tahun bergelut pada teknik tersebut dari sebelumnya fokus menjalankan rancangan pesanan.
Pesona busana liburan
Sementara itu, pada kamis (22/11), di Galeri Indonesia Jakarta, brand Minimal, menampilkan busana-busana elegan dengan siluet semi-loose ataupun melebar di beberapa bagian.
Loose drees merah misalnya hanya diberi detail kancing, lengan yang longgar dan penambahan tali yang bisa diikatkan ke belakang. Diketahui dari Ruth Setiaty, Senior Marketing Manager Minimal, busana ini menjadi unggulan brand itu dalam koleksi liburan bertajuk Sparkling Holiday.
"Akhir tahun memang identik dengan liburan dan festive, kami pun menerjemahkannya pada warna-warna merah yang berkilau, hitam, dan gold," kata Ruth. Warna-warna ini hadir menjawab kebutuhan liburan yang bisa juga dipakai untuk Natal dan tahun baru.
Masih bernuansa merah, busana lain pun hadir dalam sentuhan lace yang dipadukan kain draperi di bagian lengan.
Koleksi Minimal ini juga mengangkat banyak siluet baru yang belum pernah ada di musim sebelumnya, di antaranya celana lonceng dengan ritsleting samping yang ketika dibuka menampilkan detail lace.
Cape jacket-nya pun tampak elegan dengan siluet pas badan dengan balutan lace pada perut dan lengan yang dapat dibuka tutup.
Tak hanya itu, ada pula tampilan menarik dari motif marble putih dan perak yang mengilat berpadu kain berwarna krem.
Makin memperkuat nuansa liburan ialah penggunaan motif garis, polkadot, dan floral berwarna-warni pada koleksi itu. Koleksi ini tersedia di seluruh gerai Minimal di Indonesia mulai 1 Desember 2018. (M-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved