Audit Konsumsi Listrik dengan Aplikasi Listriku

Fathhurrozak
25/11/2018 04:15
Audit Konsumsi Listrik dengan Aplikasi Listriku
(DOK PRIBADI)

KONSUMSI listrik yang tidak terkendali membuat kita terlena memanfaatkannya. Tanpa sadar di akhir bulan tagihan membengkak atau token listrik sudah habis dayanya.

Masalah itu pun dialami Imam Pesuwaryantoro, konsultan perusahaan arsitektur. Ia kemudian berpikir mencari cara mengendalikan penggunaan listrik agar tagihannya tidak 'jebol'. Lulusan Teknik Sipil Universitas Diponegoro ini mengajak temannya Fardhan Adharizal yang berlatar belakang teknik elektro, membuat aplikasi yang dinamakan Listriku.

Listriku diproyeksi mengaudit item yang dialiri listrik dan mendeteksi yang penggunaannya paling banyak memakin daya. Inovasi mereka ini telah diakui di ajang internasional tahunan dengan berhasil meraih dua penghargaan sekaligus, Gold Medal dan Best Leading Innovation Award Bixpo 2018 International, yang diselenggarakan Korea Electric Power Corporation (Kepco).

Muda berkesempatan mewawancarai Imam Pesuwaryantoro pada Rabu (21/11) di Innovation Room Kementerian Ketenagakerjaan, untuk mengetahui pengembangan Listriku dan peluang peluncurannya ke masyarakat luas.

Bagaimana proses pengembangan tahap awalnya?
Kami baru memulainya pada awal Oktober dan membutuhkan waktu sekitar tiga minggu. Termasuk uji coba pengaplikasian yang dilakukan di kontrakan saya sendiri. Studi kasusnya, dengan sembilan unit kontrakan yang menghabiskan token listrik Rp1juta per bulan. Melalui simulasi Listriku, hanya membayar Rp600 ribu per unitnya. Jadi bisa dikatakan dengan menggunakan Listriku bisa menghemat pengeluaran 35%-40%.

Bagaimana awal ikutan Bixpo dan proses penilaiannya?
Awalnya kami mengajukan proposal ke penyelenggara. Tahap awal dari 1.000 pengirim tersaring menjadi 100 negara peserta, di antaranya Malaysia, Maroko, Amerika Serikat, dan Iran. Negara-negara yang memiliki program smart city.

Di tahap ini kualifikasi penilaiannya ialah orisinalitas. Apakah di negara tersebut sudah ada ide tersebut atau belum. Kami percaya di Indonesia belum ada inventor yang fokus pada inovasi penghematan listrik secara detail dan memberi edukasi masyarakat.

Kedua, besarnya dampak yang akan dirasakan masyarakat. Karena ini bermula dari pengalaman saya sebagai pengguna listrik yang boros dan setelah dicoba sendiri. Bila direplikasi dan duplikasi ke masyarakat seberapa besar manfaatnya.

Terakhir, sebagai founder sebearapa besar kemampuan mengeksekusi inovasi ini ke masyarakat. Teknologi bagus tapi kalau enggak diterima masyrakat akan percuma saja, jadi sini ada matchmaking antara inventor dan masyarakat.

Siapa target pasar Listriku?
Target sebenarnya sangat luas, ada di sektor rumah tangga, industri atau pabrik, perkantoran, dan rumah sakit. Semua yang berhubungan dengan infrastruktur bisa menjadi sasaran. Namun, fokus kami saat ini di sektor rumah tangga, karena secara statistik jumlah penduduk banyak dan 40% tinggal di rumah nonklaster atau kompleks. Target jangka menengah kami menyasar industri atau pabrik, sedangkan jangka panjang ingin menggarap sektor perkantoran atau apartemen.

Bagaimana peluang Listriku ke depan?
Sebagai inventor industri kreatif kami merasa optimistis. Banyak sektor yang bisa dirambah, mereka bisa mengontrol penggunaan daya listrik untuk  mengurangi tagihan. Di Indonesia, sebenarnya kebutuhan teknologi canggih itu nomor sekian, pola pikirnya yang harus diubah, edukasi merangkul manusianya supaya bisa menghemat. Salah satunya dengan cara audit ini.

Ketertarikan cukup banyak, Kepco juga tertarik bekerja sama dalam pengembangan teknologi smart city. Ada pula pengusaha yang ingin menggunakan ini ke area klaster atau kompleks yang dia punyai. Kalau bagus dia juga akan merekomendasikan untuk bisa masuk ke semua sektor. Namun kami ingin semuanya bertahap, dicoba dulu di level klaster, lalu kelurahan, hingga kota.

Untuk membuat masif kan tidak bisa langsung 'melempar' ke semua wilayah di Indonesia. Kita ingin kepuasan dari pelanggan dulu dan tidak merugikan mereka. Berproses dulu, kalau puas, kita akan scale up ke nasional, kalau memang belum ya akan kita perbaiki sampai semuanya siap.

Lalu, proyeksi yang tengah difokuskan?
Akan mencoba pilot project di kompleks perumahan di Cikarang. Listriku akan mencoba meminimalkan pengeluaran biaya listrik di sekitar 1.000 unit di sana.

Kalau rencana meluncur di Play Store, segera awal 2019 ini. Kemungkinan di Februari atau Maret, ditunggu saja. Sementara itu, untuk tim internal, kami masih perlu untuk merekrut sumber daya yang bisa menangani teknis IT, IoT (internet of things), pengembangan bisnis, dan finansial. (M-3)


CARI TAHU:

Listriku memiliki empat halaman dasbor yang bisa dimanfaatkan untuk membantu kita dalam upaya penghematan daya listrik. Apa saja? Ini dia!

Hitung Pemborosan
Berguna menghitung potensi penghematan penggunaan listrik di rumah, rekomendasi penghematan, rekomendasi ganti alat, dan komponen kelistrikan.

Plan and Buy
Melakukan perencanaan sebelum membeli alat dan langsung membeli alat dari marketplace.

Home Control
Berfungsi mengontrol rumah dengan sistem yang terkoneksi internet, sistem akan menangkap interval waktu penggunaan alat untuk dikonversi ke rupiah.

Monitoring
Memantau penggunaan daya rumah serta mendeteksi beban lebih, berikut sambungan yang tidak sempurna.

BIODATA:
Nama: Imam Pesuwaryantoro
Tempat, tanggal lahir: Jakarta, 11 Februari 1992
Pendidikan: Teknik Sipil Universitas Diponegoro
Jabatan: Co-founder Listriku
Prestasi: Gold Medal dan Best Leading Innovation Award Bixpo 2018 International oleh Korea Electric Power Corporation (Kepco).
 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Riky Wismiron
Berita Lainnya