Banyumas yang Menggoda

LILIEK DHARMAWAN
24/11/2018 23:40
Banyumas yang Menggoda
(MI/ LILIEK DHARMAWAN)

SEPINTAS orang melihatnya sebagai tempe. Sebenarnya mendoan itu berbeda dengan tempe. Meski keduanya berasal dari kedelai yang difermentasikan dengan bantuan jamur Rhizopus, bentuk keduanya berbeda. Tempe lebih tebal sedangkan mendoan pipih dan lebar. Bicara mendoan akan muncul Kota Purwokerto, ibu kota Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Di daerah ini, dari pedagang kaki lima hingga hotel berbintang menyajikan kuliner satu ini. Salah satu tempat yang menjadi perburuan mendoan ada di Jalan Sutoyo, Sawangan, Purwokerto. Sayangnya, di sini mendoan tidak bisa langsung dinikmati karena tidak tersedia tempat bersantai. Salah satu yang terkenal menyajikan mendoan legit ialah  Eco 21.

Toko yang dirintis AchmadKuswanda (almarhum) dan istrinya, Ledjar Astuti ini tetap  mempertahankan resep autentik mereka sejak 1991. Termasuk tepung khusus lengkap dengan kecap pedas. Konsumen bisa memilih mendoan mentah atau matang. Mendoan mentah bisa bertahan 2 hari dan tersedia dalam paket lengkap dengan tepung dan kecap. Satu paket mendoan mentah isi 10 dibanderol Rp39 ribu.

Sebelum digoreng jangan lupa campurk irisan daun bawang da tepung. Jangan khawatir, An memesan kondisi matang seharga Rp3.500 per biji dengan ukuran 10 cm x 15 cm. Tak mengherankan pembeli
meminta dipotong dua. “Begitu ada yang pesan mendoan yang matang, maka pertanyaan pertama yang diajukan adalah dipotong atau tidak. Rata-rata mereka meminta agar dipotong, supaya saat makan tidak terlalu lebar. Yang disiapkan tentu saja tepung dan irisan daun bawang. Menggorengnya ketika minyak sudah benarbenar panas.

Tak perlu lama menggoreng mendoan, hanya sekitar 3 menit saja, itu pun sudah dibalik,”kata Dadang, seorang pekerja di Eco 21. Memang tidak butuh lama menggoreng mendoan. Sesuai namanya mendo artinya setengah matang atau lembek. Hidangan ini sangat pas disantap panas dan dicocol sambal kecap atau irisan cabai yang dituang dalam kecap manis. Tepung bumbunya terasa gurih bercampur irisan daun bawang. Rasa gurih pun berasal dari mendoan yang murni terbuat dari kedelai. Mendoan tidak terbatas di kelas tertentu. Semua pihak bisa mencicipinya. Mendoan itu mirip cablaka atau sikap egaliter Banyumas.

Bagi Pemkab Banyumas, dan tak hanya sekadar khas, tetapi juga ikon ah. Meski di daerah n bisa didapatkan, seperti Purbalingga, Banarnegara, dan Cilacap. Keseriusan Banyumas akan mendoan uga ditunjukan dengan pergelaran peniptaan rekor mengoreng mendoan ternyak di Purwokerto, stus lalu. Ada 17.818 oan yang digoreng 3 menit dengan meli- 45 chef. Secara fi losofi s, tempe mendoan itu sebagai bagian dari karakter orang Banyumas. Orang Banyumas bisa luwes, selemas mendoan, tetapi mereka juga bisa keras seperti tempe keripik. Karakter keras ditunjukkan dalam perjuangan masa lalu. Meski remuk, tetapi akan setia melakoninya.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya