Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BARU-BARU ini kita terhentak dengan penemuan bangkai paus di perairan Wakatobi, Sulawesi Tenggara dengan perut yang penuh sampah plastik. Sebelumnya, pada bulan Juni di Thailand telah terdapat kejadian serupa.
Dua kejadian itu mestinya bisa memberi gambaran parahnya pencemaran sampah plastik di lautan. Permasalahan yang sebenarnya sudah mulai dilaporkan para peneliti dunia sejak 1988.
Malah saat ini, cemaran plastik bahkan sudah sampai ke dasar laut. Hal ini termuat dalam hasil studi kerjasama tim dari Universitas Barcelona, Spanyol, dan Universitas Plymouth, Inggris yang dimuat di jurnal PLOS ONE volume 13 tahun 2018.
Seperti dilansir Sciencedaily, studi tersebut menemukan seratmikro pakaian di dasar lautan Eropa dengan kedalaman sekitar 2000 meter. Seratmikro tersebut hanya berukuran 3-8 milimeter dengan diameter 0,1 milimeter namun kondisinya masih baik dan kuat. Penelitian ini dilakukan di 29 titik di perairan selatan Eropa dengan kedalaman antara 42 hingga 3,500 meter.
Seratmikro tersebut bukan hanya berasal dari bahan natural melainkan dari plastik. Seratmikro ini diyakini berasal dari pakaian yang kini memang sangat banyak menggunakan bahan sintetis.
Seratmikro tersebut terlepas dari pakaian saat proses pencucian dan pengeringan. Serat itu kemudian masuk ke sungai lewat saluran pembuangan dan kemudian berakhir di lautan.
Polyester merupakan jenis seratmikro sintetis yang paling banyak ditemukan. Selain itu adapula seratmikro acrylic, polyamide, polythene dan polypropylene.
"Beberapa dari seratmikro sintetis ini dibuat dari plastik, yang mana tidak bisa terurai cepat. Seratmikro ini juga mengandung bahan kimia tambahan," jelas peneliti.
Ditemukannya seratmikro sintetis di dasar laut menunjukkan luasnya dampak cemaran itu. Cemaran ini bisa bertahan sangat lama di alam dan juga semakin tersebar luas karena proses-proses alamiah, termasuk terbawa gelombang laut.
Keberadaan mereka bukan hal sepele. Jika sampah plastik berukuran besar bisa menyebabkan kematian pada hewan laut yang memakannya maka cemaran mikroplastik ini bisa mengancam kesehatan manusia.
Sudah terdapat beberapa penelitian yang menunjukkan hewan laut memakan mikroplastik dan cemaran itu mengendap hingga di otak organisme. Endapan cemaran itu tentunya bisa pula terakumulasi di tubuh manusia yang memakannya. (M-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved