Karena Ayah Yakin Aku Bisa

Suryani Wandari Putri
18/11/2018 06:15
Karena Ayah Yakin Aku Bisa
(MI/WANDARI)

TINGGAL berjauhan, tepatnya berbeda kota dengan sang ayah membuat Kak Retno Wahyu Nurhayati, pemenang L'Oreal Women in Science 2017 itu rindu kepada ayahnya. Meskipun ibunya menemani dan merawatnya setiap hari, bagi Kak Retno lebih menyenangkan bermain dan curhat kepada ayahnya yang pulang setiap akhir pekan.

"Kalau ayah pulang, pasti selalu bersama. Seperti membuat mainan dari kertas atau menunjukkan karya dan belajar pelajaran sekolah bersama. Pasti selalu senang," kata Kak Retno dalam acara diskusi sekaligus perayaan Hari Ayah, Senin (12/11) di Hotel Le Meridien Sudirman, Jakarta.

Acara bertajuk Ayah Percaya Kamu Bisa, yang diadakan Indonesia Business Coalition for Women Empowerment (IBCWE) itu berdiskusi mengenai peran ayah dalam mendidik anaknya. Ya, tak terkecuali Kak Retno, seorang peneliti di bidang sains yang kariernya didukung ayah.

"Ayah pernah bilang, jadikan sekolah itu sebagai hobi. Makanya sekarang aku semangat dan hobi sekolah, bahkan hingga ke luar negeri," kata Kak Retno.

Kata-kata dari ayahnya itu menjadi pecutan dan amanat yang penting bagi dirinya, mengingat ayahnya Kak Retno ini telah meninggal kala ia berusia 13 tahun. Meski ayahnya tiada, Kak Retno tahu ayahnya selalu percaya ia bisa menggapai mimpinya dan selalu memberikan dukungan.

Sobat Medi pasti memiliki cerita unik dengan ayahmu kan? Nah, 12 November merupakan peringatan Hari Ayah, IBWCE membagikan kisah para anak perempuan yang sukses bekerja di tempat yang dominan dilakukan laki-laki.

Menurut IBCWE, kesuksesnan anak karena pengaruh keluarga. Keluarga menjadi institusi pertama untuk mendidik anak. Namun, cara mendidik ibu dan ayah sering kali berbeda, terutama kepada anak perempuan. Didikan sang ayah juga sering berpengaruh kepada pemilihan masa depan, termasuk karier bagi anak perempuan. Siapa saja? Yuk, ikuti Medi!

Sejarah Hari Ayah
Perayaan Hari Ayah pun sebenarnya sudah dilakukan di beberapa negara, di tanggal yang berbeda pula. Di Amerika Serikat, misalnya, budaya merayakan Hari Ayah sudah dilakukan sejak Juni 1910 di negara bagian Washington. Di beberapa negara Eropa dan Amerika Latin, Hari Ayah  diperingati setiap 19 Maret.

Di Indonesia, peringatan itu belum sepopuler Hari Ibu yang diperingati 22 Desember ya sobat. Hari peringatan bagi para ayah ini belum resmi ditetapkan dalam undang-undang lo.

Uniknya, peringatan ini dicetuskan para ibu dalam paguyuban satu hati, lintas agama, dan budaya yang bernama Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi (PPIP) yang saat itu sedang merayakan Hari Ibu. Menurut mereka, ayah sosok penting dalam keluarga dan posisi ayah dianggap sejajar dengan ibu. Seorang ayah selalu punya cara sendiri menjalankan perannya sebagai kepala rumah tangga, pemberi nafkah, pelindung, dan masih banyak peran penting lainnya di keluarga.

Hingga akhirnya, PPIP menggelar deklarasi Hari Ayah untuk Indonesia di Surakarta pada 12 November 2006 lo. Dilansir dari Kemendikbud,  deklarasi yang sama juga digelar di Maumere, Flores, dan Nusa Tenggara Timur.

Memastikan kebutuhanmu terpenuhi
Sobat, perkembangan sikapmu saat ini memang terpengaruh dari didikan orangtua lo. Porsi ayah dan ibu dalam mendidik ini pun harusnya seimbang. Namun, biasanya anak perempuan lebih dekat nih kepada ayahnya. Benar enggak sih?

Kak Jane L Pietra, Psikolog Yayasan Pulih, mengibaratkan didikan atau pola pengasuhan anak ibarat sayap burung yang tiap-tiap sayap kanan dan kiri ialah ayah ibumu. "Jika salah satu saja tidak berfungsi, susah untuk terbang bukan? Itu seperti ayah ibumu dalam mengasuh, harus seimbang," kata Kak Jane.

Keseimbangan mendidik juga diberikan Kak Donny de Keizer, seorang Penyiar TV yang juga seorang ayah 5 anak. Ia selalu membahas dengan istrinya mengenai perlakuan yang pantas. Sekarang, Kak Donny mengaku, dirinya tidak pandai menunjukkan rasa itu untuk anak-anak secara langsung, bahkan jika Anda ingin menanyakan apakah Anda ingin menghubungi mereka atau tidak.

"Anakku bekerja di luar negeri, setiap kali selalu minta istri untuk menghubungi. Nyatalah papanya yang kangen dan khawatir terjadi apa-apa," kata Kak Donny.

Meski terlihat cuek, ayah selalu memperhatikan semua kebutuhan dan mendukung apa pun yang kamu lakukan. "Saya pernah bilang, jika kamu (anak) ingin mainan, mungkin ayah tidak bisa belikan, tapi ayah akan tetap akan selalu berada disisimu saat kamu butuh," lanjut Kak Donny.

Lebih berani dan dispilin
Sobat, dapatkah kamu membedakan perawatan antara ayah dengan ibumu? Menurut Kak Jane L Pietra, Psikolog Yayasan Pulih, ibu lebih memperlakukanmu secara lembut dan manja, selagi ayah keras dan lebih bebas saat kamu tumbuh mengeksplorasi sesuatu. Siapa yang membuat anak menjadi lebih berani dan mandiri lo. "Misalnya, ayah mengajak bermain untuk menaiki pohon, secara langsung akan membuat anak lebih berani dan anak-anak akan lebih terkontrol," kata Kak Jane.

Kadang ayah menjadi keras, membuat kita takut ya. Namun, menurut kak Rita Erna Mayasari, Kepala Staf Umum TNI atau yang berpangkat Pelda (Kowad), didikan keras agar disiplin lo. "Ayah saya bukan berasal dari militer, tetapi didikan ia keras. Ini nyata dan dibutuhkan untuk anak-anak agar dapat diikuti dan didisiplinkan sejak dini," kata Kak Rita yang menginspirasi banyak orang.

Ia menjadi seorang perempuan tentara yang didominasi laki-laki. Ia sudah terbiasa bekerja sebagai militer, tidak hanya di Indonesia.  "Sebenarnya ini memang kemauan saya, ayah saya tidak mau terjun ke Amerika. Tapi ia mendukung apa yang saya cita-citakan," kata Kak Rita yang sudah mengabdi 20 tahun di TNI. Didikan ini juga memungkinkan agar lebih banyak dapat dilakukan dan perpindahan di segala bidang.

Peran seorang model
Sama dengan Kak Rita, kisah Tyas Marisca Anggarini pun menginspirasi. Perempuan berprofesi pilot ini terinspirasi dari role model-nya yang juga pilot, Yaarkir.

"Ayah tak pernah menyuruh untuk jadi pilot. Tapi dia nunjukin yang dia nikmati dan bisa tetap bisa bersama keluarga. Itu salah satu alasan kenapa saya milih jadi pilot," kata Kak Tyas.

Dari arsitek ini Kak Tyas banyak belajar menerbangkan pesawat hingga melayani penumpang. Tak jarang memang ada yang meremehkannya karena dirinya perempuan. "Ibu-ibu itu ketakutan karena tahu saya pilotnya, tapi saya yakinkan pesawat terbang dengan lancar, cuaca pun mendukung, tidak ada masalah. Penumpang itu pun jadi terlihat senang," kata Kak Tyas yang sudah 4 tahun menjadi pilot. Keren kan, sobat?

Ayah selalu punya cara menunjukkan rasa sayang, biasanya bukan dengan apa adanya, tetapi dengan perawatan seperti apa yang Anda lakukan selama hal itu baik untukmu kan? Nah, apakah sobat Medi sudah ekspresikan rasa sayangmu sama ayah? Meskipun sedikit telat, yuk ungkapkan rasa sayangmu sekarang. (M-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Riky Wismiron
Berita Lainnya