Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PASCAGELARAN Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang, cabang olahraga panjat tebing mulai mendapat perhatian di hati masyarakat dan pemerintah. Bibit-bibit atlet muda mulai menonjol, salah satunya Kiromal Katibin.
Atlet muda panjat tebing asal Batang, Jawa Tengah tersebut belum lama menjuarai nomor speed world record (WR) di ajang internasional Asian Youth Championship 2018 di Tiongkok. Selain bersaing dengan peserta dari 21 negara, ia harus melawan suhu dingin ‘Negeri Tirai Bambu’ tersebut. Kiki, sapaannya, mulai mengenal olahraga itu saat bersekolah dasar. Semua bermula dari melihat para atlet yang tengah berlatih di kampungnya dan seolah jatuh cinta pada pandangan pertama. Inilah petikan wawancara Muda dengan Kiromal Katibin.
Bagaimana awalnya berkenalan dengan panjat tebing?
Saya pertama kali mengenal panjat tebing ketika kelas 3 SD. Waktu itu saya sedang bermain di kampung bersama teman-teman. Kemudian saya melihat ada beberapa orang yang berlatih panjat tebing. Saya pun tertarik melihat lebih dekat. Saat saya melihat latihan itu, seorang perempuan menghampiri saya dan menawarkan berlatih panjat tebing. Kemudian saya dan teman-teman berminat untuk mengikutinya.
Memang panjat tebing seperti asing untuk sebagian kalangan, tapi kebetulan di kampung saya ada tempat latihannya sehingga saya berminat mengikuti latihannya. Orang yang pertama kali mengenalkan saya pada dunia panjat tebing, yaitu DKW Yusnita, sekaligus yang melatih saya sampai sekarang.
Bagaimana persiapan kamu dalam menghadapi setiap kompetisi?
Saya harus latihan dengan konsisten dan semangat. Dari beberapa kompetisi yang saya ikuti, banyak tantangan yang saya hadapi terutama kesiapan mental, beradaptasi dengan situasi dan kondisi.
Apa kamu selalu diandalkan untuk turun di nomor speed?
Dalam setiap kompetisi, saya diturunkan di nomor speed, lead, dan boulder. Namun, yang sering saya juarai, yaitu di nomor speed, yang dinilai tentunya waktu tercepat.
Sementara itu, nomor lead (kesulitan), biasanya pemanjat diberi jalur khusus, dengan kesulitan tertentu untuk bisa mencapai atas. Setiap peserta diberi waktu 6 menit untuk menyelesaikan jalur. Penilaian di nomor lead biasanya dilihat yang paling tinggi, berarti dia mendapat peringkat tertinggi.
Sementara itu, untuk nomor boulder, juri memberikan jalur pendek. Sebanyak 5 jalur di kualifikasi, final sebanyak 4 jalur, dengan tinggi maksimal 6 meter, dan waktu setiap jalur 5 menit saat kualifikasi dan 4 menit ketika final.
Apa yang menjadi kunci fokus kamu?
Saat latihan, saya diberi program sesuai kebutuhan secara bertahap, untuk meningkatkan kemampuan atau performa. Saya tetap fokus berlatih secara kontinu untuk menjaga dan meningkatkan performa menghadapi kompetisi. Pada saat pertandingan, saya yakin terhadap kemampuan saya sendiri dan optimistis bisa memberikan hasil yang terbaik.
Saat ini, apa sarana panjat tebing sudah mendukung?
Di daerah saya sendiri prasarana alhamdulillah sudah standar nasional untuk nomor lead dan speed. Sementara itu, untuk nomor boulder sedang diusahakan tahun depan untuk ditingkatkan.
Apa makna setiap medali yang kamu raih?
Setiap medali yang saya raih menjadi semangat berharga karena selama ini saya berlatih berarti tidak sia-sia, ‘setiap usaha pasti ada hasil!’ Target saya selanjutnya menjadi juara dunia, mencetak best time dunia di nomor speed WR, dan harapan saya tentu olahraga panjat tebing di Indonesia memberikan yang terbaik untuk Indonesia di ajang internasional.
Bagaimana perhatian pemerintah untuk cabor panjat tebing?
Alhamdulillah melihat hasil di Asian Games kemarin, cabor panjat tebing mendapat perhatian yang optimal dari pemerintah dan menjadi salah satu cabang olahraga andalan di Olimpic Games di Jepang pada 2020.
Pesan untuk para atlet muda panjat tebing?
Tipsnya konsisten berlatih, tidah mengeluh, tidak mudah menyerah, berpikir positif, dan berdoa. Kuncinya senang, semangat, dan juara. (M-3)
BIODATA
Nama: Kiromal Katibin
Tempat, tanggal lahir: Batang, 21 Agustus 2000
Pendidikan: Mahasiswa Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi Universitas Wahid Hasyim Semarang
Prestasi: Medali emas nomor speed WR junior putra Asian Youth Championship 2018.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved