IPMI Gelar Show Untuk Acuan Tren Mode Tahun Depan

Suryani Wandari Putri Pertiwi
14/11/2018 14:47
IPMI Gelar Show Untuk Acuan Tren Mode Tahun Depan
(Ist)

UNTUK ke-32 kalinya, pemerhati mode yang tergabung dalam Ikatan Perancang Mode Indonesia (IPMI) kembali memberikan gambaran tren dunia fesyen untuk tahun depan. Kali ini IPMI menggelar Tren Show 2019 yang dilaksanakan selama dua hari di The Hall, Senayan City pada 13 dan 14 November 2019.

Dibuka pada Selasa (13/11), IPMI Trend Show 2019 yang bekerja sama dengan Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) menghadirkan parade peragaan busana bertema Made in Indonesia Parade. Parade itu menginspirasi kecintaan masyarakat terhadap produk dalam negeri dengan mengisi tren di tahun depan.

"Ini seperti sebuah tugas untuk para desainer untuk menyampaikan ide dan konsepnya sebagai bagian dari masa depan. Ini bisa menjadi acuan bagi pihak lain sebelum dilepaskan ke pasar tahun depan," kata Sjamsidar Isa, Ketua Dewan pengurus IPMI.

Selain itu, pembukaan pun tampil parade busana bertajuk 'Made in Indonesia' atas kolaborasi IPMI, BEKRAF dan One Fine Sky dengan menampilkan karya beberapa desainer seperti Andreas Odang, Didi Budiarjo, Era Soekamto, Ghea Panggabean, Hian Tjen, Sebastian Gunawan dan sederet desainer lain. "Kolaborasi antara IPMI dan One Fine Sky ini nantinya bisa menghasilkan dan menjual produk di donasikan untuk menjadi seragam orang yang tidak mampu," kata Tri Handoko, Ketua IPMI Trend Show 2019.

White cube
Di parade ini ditampilkan kreasi para desiner mengeksplorasi bahan-bahan yang menjadi beberapa busana yang menarik. Tak hanya itu, ada juga ruang terbuka untuk acara pameran White Cube dengan menampilkan hasil karya dari beberapa desainer seperti Didi Budiardjo, Liliana Lim, Mel Ahyar, Tri Handoko dan Yogie Pratama, dan para tamu dapat meng-akses mereka dari jarak dekat untuk mengobservasi berbagai detail busana yang alami.

Lebih jauh Tri Hndoko, ini pun beredar beberapa desainer besar akan ikut serta. "Tak ketinggalan ada 5 desiner besar yang bukan anggota IPMI terpisah seperi Adrian Gan, Daniyo Hiyoji, Ivan Gunawan dan Rama Dauhan dan juga ikut kuliah mode daro sekolah di Jakarta ESMOD, BINUS, Sekolah Desain Northumbria, LaSalle College Jakarta dan LPTB dari Susan Budihardjo, "kata Tri. Menurutnya, judul karya mahasiswa ini akan membantu para perancang baru yang akan dan meramaikan dunia mode di masa depan.

Sementara itu, ditemui sebelum memulai peragaan busana, Mel Ahyar berpendapat bahwa busana akan lebih banyak mengusung ketahanan. "Saya hanya melihat dari sekarang kesadaran keberlanjutan yang tinggi. Tetap meriah, namun teknik pada kainnya lebih banyak mengsung keberlanjutan," kata Mel.

Sementara untuk nada warna, Melirikan tren tahun depan akan kembali pada warna kalem dan alam seperti krem, hitam, coklat. Warna yang berbeda dengan tren tahun ini yang lebih menggunakan warna cerah nan futuristik. (M-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Retno Hemawati
Berita Lainnya