Berjejaring lewat Vespa Retro-Futuristik

DESPIAN NURHIDAYAT
04/11/2018 03:20

PUKUL 06.30 WIB, sekelompok orang ber-Vespa berkumpul di depan Restoran Hooters, Kemang, Jakarta Selatan. Mereka jelas bukan hendak bersantap, melainkan bersiap untuk konvoi yang memang sudah sering digelar saban akhir pekan. Pada pagi hari di Minggu (26/10) itu terlihat ada beberapa kelompok dengan jenis Vespa masing-masing.

Salah satu yang menarik ialah Vespa bergaya retro futuristik. Ketimbang yang lainnya, Vespa ini tampak lebih langsing. Saat konvoi dimulai pukul 07.00 WIB, kelompok Vespa yang menamakan diri sebagai 946 Owners Club Indonesia ini memisahkan diri dari kelompok lain. Mereka berkonvoi sendiri dengan fi nis di Motovillage, Kebayoran. Angka 946 mengacu pada jenis tunggangan mereka, Vespa 946.

Vespa ini cukup jarang ditemui karena jumlah produksi yang terbatas untuk seluruh dunia. Angka 946 sesungguhnya memang sangat dekat dengan tahun 1946 yang menjadi momen pengajuan paten Piaggio untuk skuter Vespa. Namun, jenis Vespa 946 baru mulai dipasarkan Juli 2013 dengan desain yang didasarkan pada prototipe Vespa MP6.

Vespa ini dilengkapi dengan desain baru sistem pendingin mesin, three-valve dan mesin satu silinder. Dodit Aditya, yang mendirikan 946 Owners Club Indonesia di akhir 2015, mengungkapkan anggota awalnya hanya 11 orang. Kini anggota mereka telah mencapai 65 orang. Jumlah yang bisa dibilang sedikit. Selain di Jakarta, anggota mereka ada di Bandung, Yogyakarta, Semarang, Klaten, Surabaya, Bali, dan Bangil. Jumlah yang sedikit pula yang menjadi kebanggaan bagi Nugroho.

Malah, ia memang sengaja menjatuhkan hati pada Vespa 946 karena tidak banyak orang bisa memiliki. “Kan enggak semua orang bisa dapat, pertama kali beli aja kita inden kan, dan nunggu hampir 3 bulan sampai 4 bulan. Berikutnya juga sudah tidak diproduksi lagi gitu loh, jadi ya ada kebanggaan tersendiri pakai 946 khususnya saya pakai Armani,” ujar pria mengendarai tipe Emporio Armani.

Namun, para anggota 946 Owners Club Indonesia tidak semuanya gemar berkendara (riding) bersama. Ada pula yang membeli Vespa bukan untuk dikendarai.

“Kami 946 Owners Clob Indonesia itu terdiri dari berbagai macam tipe anggota. Ada yang seneng riding, senengnya riding cuma Sabtu-Minggu aja. Ada yang senengnya cuma beli, terus ditaruh di rumah. Ada yang senengnya beli terus dimasukkin salon, tapi enggak pernah dipakai, buat foto-foto aja,” kata Dodit yang hari itu menunggangi Vespa 946 Ricardo Italiano.

Ia menambahkan bahwa klubnya tersebut sudah didaftarkan ke Vespa World Club.

Hangat
Meski kegemaran anggota klubnya beragam, orientasi mereka tidak jauh berbeda, yakni untuk networking (berjejaring) dan menjalin persahabatan. “Kalau dari data saya, kebanyakan pejabat BUMN, pengusaha, eksekutif di perusahaan multinasional, jadi emang orang-orang sibuk dan tua lah.

Di klub kita ini semuanya bertujuan mencari network ya, mencari teman atau sahabat yang memiliki satu hobi, terutama yang seneng dengan Vespa 946,” lanjut Dodit. Kumpulan penggemar yang kebanyakan berlatar belakang kalangan
kelas atas itu bisa dimengerti karena harga Vespa yang tidak murah.

Harga termurah Vespa 946 ada di kisaran Rp150 juta dan yang termahal mencapai Rp300 juta. Keakraban anggota klub pula yang dirasakan benar oleh Nugroho. “Sebenarnya memang di hampir semua klub Vespa itu anggotanya sangat akrab dan bersahabat, dan di sini saya hanya dalam beberapa menit bergabung saja sudah akrab dengan yang lain,” ujar Nugroho.

Komunitas 946 Owners Club Indonesia rutin melakukan konvoi di kawasan Kebayoran setiap hari Minggu. Ketika konvoi berlangsung, biasanya mereka akan mengenakan jaket biru dengan logo 946  Owners Club Indonesia. Sesuai dengan karakter Vespa yang santai, konvoi mereka pun sama sekali jauh dari arogan. Mereka hampir selalu berkonvoi di Jakarta, tetapi pernah pula hingga Yogyakarta. (M-1)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya