Perjalanan Garang Menuju Negeri Paman Sam

MI/ USMAN ISKANDAR
04/11/2018 01:40
Perjalanan Garang Menuju Negeri Paman Sam
(AFP/GUILLERMO ARIAS)

RIBUAN warga Honduras berbondong-bondong keluar negaranya menuju Amerika Serikat. Perjalanan sejauh 4.500 kilometer lewat jalan darat itu mereka tempuh hanya dengan bekal seadanya. Rumah dan harta ditinggalkan, berganti dengan hanya ransel di punggung. Mereka jelas paham perjalanan ini penuh risiko.

Namun, sebagaimana dikatakan seorang anggota Kongres Honduras, perjalanan tersebut sesungguhnya bukan untuk menggapai ‘mimpi Amerika’, Melainkan kabur dari mimpi buruk Honduras yang makin menjadi.
Impitan hidup di negara paling miskin di Amerika Tengah ini bertambah berat dengan perang antargeng kartel narkoba.

Geng-geng itu tidak pandang bulu memilih korbannya. Setiap yang tidak mau bekerja sama akan segera terancam nyawanya, sekalipun para ibu. Pada 12 Oktober 2018, rombongan imigran ini pun berangkat dari terminal bus Kota San Pedro Sula, yang berada di bagian utara Honduras. Mereka yang tidak tertampung dengan truk dan kendaraan bak terbuka, rela berjalan kaki.

Dari hari ke hari jumlah mereka bertambah banyak dan diperkirakan kini mencapai sekitar 14 ribu orang. Sepertiga dari mereka tidak memiliki paspor dan hanya mengandalkan kartu identitas yang sebenarnya hanya berlaku di Amerika Tengah. Namun, lagi-lagi segala hadangan itu tersingkirkan karena keterpaksaan.

Alasan yang sama pula yang membuat para orangtua membawa serta anak-anak dan bayi mereka menempuh sungai, perbukitan, dan bahkan gas air mata. Kepolisian di dua negara, Guatemala dan El Salvador,
sebelum mencapai Meksiko.

Sejauh ini ketegaran para imigran memang berhasil melunakkan personel militer di Guatemala. Namun, hasil yang sama mungkin tidak mereka temui di perbatasan Amerika Serikat. Presiden Donald Trump telah berulang kali mencerca dan menolak mentah-mentah gelombang imigran itu.

Bahkan, Trump telah mengirim 5.200 pasukan antihuru-hara ke kawasan perbatasan. Di sisi lain, komunitas dunia tampak tidak bisa berbuat banyak, malah kekacauan di Honduras dikhawatirkan baru permulaan dari krisis yang lebih besar di benua tersebut. (M-1)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya