Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENDIANG Elizabeth Hawley telah menulis keberhasilan Clara Sumarwati mencapai puncak Everest pada 1996. Tulisan jurnalis berkebangsaan Amerika yang selalu mendata kisah orang-orang yang sukses mencapai puncak Everest itu terdokumentasi di laman American Alpine Journal (AAJ) terbitan 1997.
"Iya, saya sampai puncak pada 26 September 1996," ujar Clara, pelan, saat ditemui di rumahnya, kawasan Kota Yogyakarta, Selasa (16/10).
Pemerintah RI pun telah memberinya Bintang Jasa Nararya. Namun, sayang, masih banyak orang yang tak percaya. Hal itu sempat membuat Clara tertekan dan depresi. Syukurlah, keluarga dan teman-temannya menyemangati, menguatkan Clara agar mampu bangkit.
Ketika Media Indonesia mengunjungi rumahnya, beberapa teman sesama pendaki gunung sedang meriung. Mereka sedang klangenan masa lalu saat naik gunung. Kini, perempuan kelahiran 1967 itu telah berhasil melewati depresi yang merundungnya. Ia aktif beraktivitas, termasuk mendaki lagi. "Kemarin ke (Gunung) Lawu, jalan-jalan," ujarnya.
Jebolan Universitas Atma Jaya Jakarta ini mengaku mendapat intimidasi usai kepulangannya dari Everest ke Indonesia. Namun, Clara sudah tak ingin mengingat itu semua. Lagi pula, keinginannya mengibarkan bendera Merah Putih dan mengharumkan nama Indonesia sudah tercapai. "Saya tidak ingin memikirkan ke belakang. Saya tidak mendapat bonus saja banyak yang menilainya bohong, apalagi kalau dapat bonus banyak, bisa lebih gawat lagi," katanya sambil tersenyum.
Clara pun bangga, sekarang banyak orang Indonesia gemar naik gunung. Namun, muncul pula kekhawatiran lantaran lantaran tak sedikit pendaki yang menyampah di atas pegunungan. "Prihatin banyak orang mendaki malah membuat kotor gunung," katanya.
Di Gunung Everest pun tak sedikit pendaki yang meninggalkan sampah. Sampai-sampai ada gerakan Everest clean-up expedition, sebuah gerakan membawa sampah dari atas ke bawah. "Saya kepikiran ingin ikut clean-up, tapi bawa mayat yang meninggal agar di bawah bisa lakukan semacam pemakaman," ujar Clara tentang keinginannya yang belum kesampaian.
Ia menambahkan, ingin sekali mengajak Presiden Jokowi naik gunung. Acara naik gunung itu nantinya bisa dijadikan sebagai media kampanye lingkungan. "Kalau Pak Jokowi mau, kami siap berangkat," tegas Clara dan diiyakan teman-temannya sesama pendaki gunung.
Tiba-tiba Clara diam. Ia lalu meminta usulan teman-temannya kira-kira naik ke gunung mana bersama Jokowi. Salah satu temannya lalu mengusulkan Gunung Kerinci karena itulah gunung yang pertama kali didaki Jokowi.
Selain ingin naik gunung bersama Presiden Joko Widodo, Clara berharap semakin banyak masyarakat Indonesia yang memuncaki Everest. Pun ia berharap tidak ada lagi kejadian serupa dengannya, banyak yang tidak percaya dan dianggap bohong. "Kasihan keluarganya. Jadi dia bisa sampai puncak tanpa beban. Jangan seperti yang saya alami," harapnya yang diamini teman-teman Clara. (M-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved