Batik Kekinian dari Bengkulu

Bintang Krisanti
02/10/2018 11:15
Batik Kekinian dari Bengkulu
ilustrasi suasana pameran batik(Antara)

TIAP tahun dalam perayaan Hari Batik Nasional yang jatuh hari ini ada beberapa pertanyaan yang selalu mencuat. Beberapa diantaranya adalah mengenai masa depan batik setelah status Warisan Budaya Dunia yang ditetapkan resmi oleh UNESCO pada 2009. Batik memang telah jadi bagian fesyen masyarakat kita namun bagaimana membawa batik terus bersaing dengan mode masa kini?


Salah satu jawabannya bisa dilihat di acara Gebyar Batik Muda Nusantara (GBMN) yang berlangsung di Kota Kasablanka, Jakarta. Dalam acara yang digelar bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Bengkulu menggelar Gebyar Batik Muda Nusantara (GBMN), batik kekinian disajikan dalam penuh keragaman.
GBMN 2018 memamerkan lebih dari 30 label batik untuk kalangan anak muda. Tidak hanya bazaar, rangkaian acara GBMN 2018 juga dimeriahkan dengan lomba modern dance, lomba model batik cilik, menggambar motif batik, dan talkshow bersama Putra Putri Nusantara.


"Kami menyambut baik acara ini, inilah contoh kain khas Bengkulu yaitu kain Besurek, Besurek itu bahasa Bengkulu yang artinya bersurat. Filosofi dari kain Besurek itu ada kaligrafi Arab dan dipadu dengan motif bunga Rafflesia." tutur, H. Rohidin Mersya, Gubernur Bengkulu.
GBMN merupakan pameran tahunan yang dikemas dengan kegiatan edukasi dan hiburan untuk melestarikan dan mengembangkan Batik Nusantara, telah berlangsung selama 7 tahun, GBMN 2018 mengangkat tema bertajuk "Eksotika Batik Bengkulu".


"Acara seperti ini akan sangat bermanfaat, anak muda sudah turun tangan, sudah ambil andil dalam acara ini. Dulu batik cuma buat orang tua doang, buat ke kondangan. Tapi sekarang kita bisa lihat, kain batik banyak digunakan oleh anak muda, dengan berbagai macam model yang bagus." pungkas Rohidin. (*/M-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Bintang Krisanti
Berita Lainnya