Level Baru Gaya Jalanan

Suryani Wandari
30/9/2018 01:10
Level Baru Gaya Jalanan
(ROMMY PUJIANTO)

SEKILAS seperti melihat campuran antara boyband Korea dengan rapper California, begitulah kesan yang terlihat dari koleksi di peragaan Plaza Indonesia Men's Fashion Week (PIMFW) 2018 yang berlangsung Senin (24/9) di Plaza Indonesia, Jakarta.

Contohnya ialah setelan gaya training berwarna hijau dengan garis merah di sisi lengan dan kaki. Fesyen ala ke gim itu memang sudah populer di 'Negeri Paman Sam' sejak beberapa tahun lalu dan menular ke berbagai negara.

Namun, tidak seperti gaya ke gim rapper Amerika yang cenderung gelap, koleksi di PIMFW itu lebih glamor karena pemilihan material velvet. Selain itu, ada pula unsur adati dari motif batik kawung yang terpampang di bagian dada.

Palet pelangi pada motif itu merujuk pada ciri khas desain rumah busana Alleira Batik. Nyatanya koleksi tersebut memang karya Alleira Batik dalam kolaborasinya dengan Michael Ong, desainer asal Malaysia.
Ong yang dikenal dengan gaun-gaun yang mewah sekaligus seksi mengungkapkan kecintaannya pada keberagaman batik Indonesia. Ia pun tergerak untuk mengolahnya ke dalam busana pria.

"Saya jatuh cinta dengan batik Indonesia dengan beragam tekniknya. Saya ingin tunjukkan peranan batik bagi laki-laki bukan sekadar kemeja," kata Michael yang ditemui sebelum peragaan busana malam itu.

Desainer yang mengelar peragaan sejak 1999 ini punya konsep lebih jauh soal eksplorasinya dengan batik itu. Ia ingin membawa batik keluar dari busana formal ke busana yang lebih kasual bahkan dalam gaya streetwear.

Ong mewujudkan koleksi bertajuk Batik Now itu dengan memadukan beragam material. Selain dengan velvet, katun dan sutra juga ia padukan dengan bahan denim, korduroi, hingga spandex dan scuba yang elastis.

"Ini tantangan untuk membuat batik lebih tebal daripada biasanya sehingga membutuhkan teknik-teknik tertentu," ujarnya.

Jika dilihat lebih jelas ada beberapa busana yang ia buat dua fungsi, seperti jaket hitam dengan batik yang meliputi bagian leher hingga bawah. Busana itu menggunakan dua tumpuk kain pada lengan sehingga jika bagian luar yang berwarna hitam digulung akan menampilkan batik yang tersembunyi di bawahnya.

Tak hanya itu, ada pula jaket panjang yang dijahit dengan teknik quilting sehingga membuat busananya terlihat berstruktur dan bisa digunakan untuk musim dingin. Busana inovatif lainnya ialah luaran dengan tudung kepala (hoodie) bermaterial sutra yang mengembang kala tertiup angin.

Sporty dari bertumpuk

Masih mengambil tema Streetwear, Mario Ginanjar, penyanyi dari grup Kahitna, turut ambil bagian. Melalui kolaborasi dengan (X) SML, Mario yang memang mempunyai lini busana bernama Style Supply ID ini menciptakan karya kolaborasi bertema Protagonyst soldier.

Nyaris tak ada motif apa pun, Mario lebih memilih bermain dengan detail lainnya seperti retsleting yang tiba-tida ada di mata kaki, penggunaan knit pada atasan sedada, hingga bahan rib yang digunakan pada jas atau tambahan bahan lain dengan kesan menumpuk. "Koleksi ini perperpaduan antara luxurious dan sporty yang tentu dibuat senyaman mungkin sehinggga dapat dipadupadankan dan melengkapi koleksi isi lemarimu," kata Mario sesudah peragaan koleksinya yang berlangsung Kamis (27/9).

Membuat koleksi yang terkesan kasual dan sporty dengan banyak bereksplorasi kain jersey dan jaket yang menyerap keringat, Mario mengaku terinspirasi dari People Street Japan and London. "Saya melihat banyak orang berjalan-jalan sehabis berolahraga dan juga terinspirasi dari struktur dan nuansa pakaian para tentara dengan baju zirahnya seperti pada komik kartun Saint Seiya dari Jepang dengan memakai warna dasar, tetapi masih memiliki karakter seperti army green, abu-abu, navy, dan hitam," tuturnya.

Hal sedikit berbeda ditunjukkan kolaborasi antara Project X dan Rigio. Streetwear mereka membawa perspektif baru dengan menghadirkan gaya jalanan 1980-1990-an. Pada koleksi bertajuk Exit Ordinary itu tampak motif-motif kotak besar sebagai pengingat era 1990-an.

Riza Rinaldi dan Sergio Berlino, Executive dan Creative Director Rigio, menjelaskan daya tarik koleksi anyar ini ada pada layering, warna, dan kain lembut bergaya Asia. Wujudnya ialah penggunaan kameja setengah lengan yang dipadukan dengan baju lengan panjang, baju kulit hitam yang dipadukan pula dengan sweter bertudung. "Koleksi ini menginspirasi pemuda untuk percaya diri di tengah hiruk pikuk jalanan dan gigih terhadap impian mereka," pungkas Sergio. (M-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Riky Wismiron
Berita Lainnya