Max sang Pendaki Cilik

Fathurrozak
23/9/2018 07:00
Max sang Pendaki Cilik
(DOK PRIBADI)

SOBAT Medi itu digendong di punggung bundanya dan tersenyum lebar, dengan latar foto gumpalan awan putih yang nampak lembut seperti kapas bantal serta hijaunya pohon dan jalan berbatu. Siapa yang menyangka, di usianya yang baru menginjak lima tahun itu, dia sudah mendaki berbagai gunung lo!

Sejak usianya lima bulan, sahabat kecil kita ini sudah dikenalkan dengan hamparan pasir dan kawah indah di Gunung Bromo, Jawa Timur. Kini, Maxwell Amertha alias Max sudah pernah mencicipi puncak-puncak gunung di Indonesia, yakni Gunung Slamet, Gunung Dempo, dan Gunung Raung. Bahkan ia pun pernah menjelajah hingga Nepal! Wah keren sekali ya, Max.

Nyomie dan Max: Another 3.000 mdpl Story

Max memang tidak sendirian untuk mendaki gunung. Ia selalu ditemani bundanya ya, Sobat Medi, juga tim yang mengantar mereka hingga puncak. Menurut Ibu Nyoman Syakarsih yang Medi sapa Tante Nyomie, ibunda Max saat bercerita, anaknya ini selalu senang saat pendakian. Dari berkali-kali mendaki gunung ini, Max juga punya pelajaran penting yang diterapkannya dalam keseharian.

"Sekarang dia ngerti untuk buang sampah enggak sembarangan. Kalau enggak nemu tempat sampah, dia bakal kasih ke aku," kata Tante Nyomie ketika ditemui Medi saat meluncurkan buku tentang kisah pendakiannya, Nyomie & Max: Another 3.000 mdpl Story di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta Selatan, Sabtu, (15/9).

Kira-kira, apa Sobat Medi juga tertantang untuk mendaki gunung nih, seperti Max? Nah, untuk melakukan perjalanan menuju puncak gunung tidak bisa sembarangan lo, Sobat Medi. Tante Nyomie saja tidak pernah memaksakan Max untuk mendaki. Menurutnya, memang berdasar kesenangan Max. Bahkan, keberadaan Max bisa jadi penyemangatnya untuk bisa mencapai puncak loh.

"Aku lihat dia sederhana banget. Dia happy aja, enggak merasa susah. Kadang aku berpikir, kalau enggak ada dia, aku mungkin enggak akan sampai ke puncak Gunung Rinjani," kata Tante Nyomie, yang sempat kesulitan mencari perlengkapan mendaki untuk Max karena ketidaksesuaian ukuran anak balita.

Pembelajaran

Menurut Tante Nyomie, dengan mendaki gunung, Max bisa belajar arti pantang menyerah, tidak egois, dan punya sikap team work karena mendaki gunung itu kan tidak sendirian, ada tim yang juga menemani.

Dari perjalanan mendakinya pun, kini Tante Nyomie melihat perkembangan Max nih Sobat Medi.
Kini, usia Max sudah 5 tahun, dan pasti Sobat Medi akan kaget kalau tahu berapa banyak puncak gunung yang sudah dicapainya, yakni 30! Wah, keren sekali ya!

Tante Nyomie yang berprofesi sebagai dokter hewan ini bukan sekadar mengajak Max naik gunung, melainkan dari proses perjalanannya itu secara tidak langsung mendorongnya belajar dari alam.

"Kadang dia juga tantrum (merajuk), nabrak-nabrak, di lapangan sok-sok jatuh. Aku tinggal aja, pasti dia ngikut, enggak ada tantrum lama-lama. Itu yang dipelajari juga ketika ke Nepal, tingkat ke hati-hatiannya tinggi. Dia ngerti tahu di mana tingkat berbahayanya. Walaupun kelihatan enggak ngerti, sebenarnya dia ngerti. Jangan melebih-lebihkan kondisi dia yang masih kecil. Lama-lama dia belajar banyak dari perjalanan dia." (M-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Riky Wismiron
Berita Lainnya