Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
POTONGAN pesawat bagian depan yang disebut kokpit atau ruang kemudi pesawat N-250 buatan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) serta simulator pesawat N219 ditampilkan di Bekraf Habibie Festival 2018 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Utara, Kamis (20/9). Kemudi, pedal yang diinjak, hingga puluhan tombol yang ada di kokpit ini bisa disentuh, bahkan pengunjung bisa mencoba menerbangkan pesawatnya lo.
Layar besar di hadapan jok pilot ini akan memberikan sensasi terbang sungguhan lo.
Habibie Festival merupakan wadah bagi industri IPTEK untuk memperkenalkan produk-produk inovatif kepada masyarakat luas. Selain itu, bentuk perayaan peran Presiden Indonesia ke-3, Bacharuddin Jusuf Habibie (BJ Habibie), sebagai sosok figur nasional dan ikon ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) Indonesia.
Festival yang masih berlangsung hingga hari ini, digelar berdekatan dengan Hari Perhubungan Nasional yang jatuh pada 17 September.
Yuk ikut Medi ajak Sobat untuk menjelajah pengembangan teknologi transportasi, khususnya pesawat.
<b>Serunya Menerbangkan Pesawat N219 Nurtanio<p>
Bersama, Instruktur Demonstrator N219, Kak Habib Wiadiputra, Medi mencoba simulator untuk menerbangkan pesawat kecil berkapasitas 19 orang ini. Apa yang dilakukan pilot dan kopilotnya di area kokpit ya?
1. Terdapat dua jok untuk pilot dan kopilot. Pilot atau disebut juga kapten berada di sebelah kiri, sedangkan kopilot berada di sebalah kanan.
2. Meskipun di setiap jok terdapat instrumen yang hampir sama seperti kemudi, hanya salah satu yang digunakan. Hal ini karena bisa memengaruhi kerja pesawat juga.
3. Pilot mengawasi dan memerintah kopilot untuk mengemudikan, mengatur speed, dan lainnya.
4. Terdapat banyak instrumen, salah satunya tuas flap, berfungi mengendalikan laju udara yang mengalir melalui sayap pesawat. Tuas ini memiliki fungsi seperti persneling pada mobil. Bedanya dipindahkan saat posisi tertentu, seperti take off, up hingga landing.
5. Ada pula tiga tuas untuk mengisi bahan bakar, menambah kecepatan baling hingga power pesawat, masing-masing ada dua, mewakili sisi kanan dan kiri.
6. Kemudi pesawat ada di tangan dan kaki. Jika ingin naik, kemudi yang ada ditangan ditarik, begitu pun selanjutnya. Untuk belok ada dua cara, yakni pakai kemudi tangan dan pedal yang ada di kaki.
7. Untuk menerbangkan pesawat, pilot tidak melihat pada landasan di depannya, tetapi melihat dua layar navigasi, yakni kecepatan dan ketinggian pesawatnya. Ada pula layar GPS.
8. Biasanya pesawat tidak akan naik melebihi kemiringan 20 derajat, kecuali untuk akrobatik.
9. Setiap landasan, ketinggian untuk landing-nya berbeda-beda, kecepatan harus di bawah 80 km/jam.
10. Landasan digunakan satu arah, baik untuk tinggal landas maupun mendarat. (M-1)
<b>Membuat Pesawat sebelum Merdeka<p>
Pesawat terbang ialah alat transportasi yang memiliki arti yang sangat penting bagi pembangunan ekonomi dan pertahanan lo, terutama bagi Indonesia. Negara kepulauan dengan kondisi geografis seperti kita, sulit ditembus tanpa sarana transportasi yang memadai. Maka dari itu, kita wajib memiliki industri maritim dan penerbangan yang maju.
Namun sobat, rupanya hal ini ternyata dipengaruhi juga oleh kisah wayang yang berkembang dalam kehidupan budaya orang Indonesia. Sosok Gatotkaca, tokoh pewayangan pahlawan yang bisa terbang, dengan otot-ototnya yang kuat, menjadi salah satu motivasi pengembangan industri pesawat terbang di Indonesia loh.
Kerennya lagi, inisiatif membuat pesawat itu, telah muncul sebelum Indonesia merdeka. Pesawat itu sukses terbang! Inilah prestasi itu.
- Pada 1937, delapan tahun sebelum kemerdekaan Indonesia karena permintaan seorang pengusaha lokal, beberapa pemuda Indonesia yang dipimpin Bapak Tossin, membangun sebuah pesawat di sebuah bengkel yang berlokasi di Jl Pasirkaliki, Bandung.
Mereka menamai pesawat PK KKH. Pesawat ini pernah mengejutkan dunia penerbangan saat itu karena kemampuannya terbang bolak balik ke Belanda dan daratan Tiongkok.
- Sebelumnya, sekitar 1922, orang Indonesia bahkan pernah terlibat dalam modifikasi pesawat terbang di sebuah rumah pribadi di Jl Cikapundung, Bandung.
<b>PT Dirgantara, Kirim Pesawat ke 50 Operator Dunia<p>
Selain inisiatif-insiatif pribadi itu, Indonesia pun berbangga pada PT Dirgantara Indonesia (DI) yang didirikan pada 1976 oleh negara di Bandung, Jawa Barat. PT DI telah berhasil mengembangkan industri kedirgantaraan, dengan meneliti, membuat, meluncurkan, serta memelihara kendaraan yang terbang ke angkasa.
PT DI telah memproduksi berbagai jenis pesawat, seperti CN235 untuk transportasi sipil atau militer,
Pesawat Pengawas Maritim, Pesawat Patroli Maritim, dan Pesawat Penjaga Pantai. Total, PT DI telah mengirimkan hampir 400 pesawat ke 50 operator di seluruh dunia.
Pesawat prototipe pertama PT DI diterbangkan pada 11 November 1983. Jenisnya, pesawat CN235 yang dirancang multiguna, mampu melakukan short take off atau tinggal landas, landing atau pendaratan dan dioperasikan di landasan perintis yang pendek, sepanjang 800 meter, mudah bongkar muat barang.
<b>Para Pembuat Pesawat di Indonesia<p>
Inilah tokoh-tokoh dunia penerbangan yang jadi kebanggaan Indonesia.
1. Nurtanio Pringgoadisuryo, seorang Laksamana Muda Udara yang lahir di Kandangan Kalimantan Selatan, 3 Desember 1923. Cita-citanya keliling dunia dengan pesawat terbang buatan bangsanya.
Kecintaannya terhadap dunia kedirgantaraan diawali sejak Indonesia masih bernama Hindia-Belanda atau dijajah Belanda. Saat itu, ia berlangganan majalah kedirgantaraan Vliegwereld, dan menekuni masalah aerodinamika dan aeromodelling. Pada masa itu, Nurtanio sering mengadakan surat menyurat dan korespondensi dengan sesama pencinta aeromodelling.
Ia membuat pesawat pertama, yang dinamai Sikumbang, disusul dengan Kunang-kunang (mesin VW) dan Belalang, dan Gelatik (aslinya Wilga) serta mempersiapkan produksi F-27.
Pada 1966 ia menyiapkan pesawat Arev atau Api Revolusi, dari bekas rongsokan superaero buatan Cekoslowakia yang tergeletak di Kemayoran. Pesawat ini telah dimodifikasi dengan memberi tangki bahan bakar ekstra. Namun, Nurtanio gugur karena mengalami kecelakaan saat kerusakan mesin. Dia berusaha untuk mendarat darurat di lapangan Tegallega, Bandung, tetapi gagal karena pesawatnya menabrak toko.
2. Wiweko Soepono, dikenal sebagai bapak aeromodelling yang lahir di Blitar 18 Januari 1923. Ia pernah membuat sejumlah rancangan model pesawat yang ia buat ketika masih duduk di sekolah menengah (1936-1941).
Ia pun merancang RI-X, pesawat eksperimental ringan yang terbang pertama kali pada 27 Oktober 1948 dan kemudian diberi nama WEL (Wiweko Eksperimental Lightplane/Pesawat Ringan Ekseperimental Wiweko). Pesawat kursi tunggal RI-X dibuat Wiweko saat berusia 25 tahun pada 1948, ditenagai mesin sepeda motor bekas Harley Davidson 750 cc. Pada 1968, Presiden Soeharto mengangkatnya sebagai direktur Garuda Indonesia, hingga 1984.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved