Enam Desainer Indonesia Bawa Mode Muslim ke San Francisco

Suryani Wandari
18/9/2018 13:10
Enam Desainer Indonesia Bawa Mode Muslim ke San Francisco
(Dok. Dian Pelangi/ Khanaan Salman)

KARYA desainer Indonesia semakin menunjukan taringnya dalam industri mode dunia, terbukti enam label Tanah Air lolos ke pameran bertajuk Contemporary Muslim Fashion di De Young Museum, Fine Arts Museum di San Francisco, Amerika Serikat. Mereka adalah Adalah Dian Pelangi, Khanaan, Itang Yunasz, Rani Hatta, NurZahra dan IKYK. Koleksi mereka akan dipamerkan  22 September.


Contemporary Muslim Fashion merupakan pameran mode muslim pertama yang mengeksplorasi gaya berpakaian wanita muslim yang kompleks dan beragam dari seluruh dunia, baik mereka yang mengenakan hijab maupun tidak. Dikurasi oleh Jill D'Alessandro dan Laura L Camerlengo serta Reina Lewis yang merupakan Profesor Studi Budaya di London Collage of Fashion, proses keikutsertaan desainer Indonesia cukup panjang yakni hingga dua tahun. Lamanya proses ini karena tim kurator dari Costume and Textile Arts of The Fine Arts Museums of San Francisco tersebut ingin mengenal karakter busana dan cerita dibalik koleksinya.


"Saya akan mengangkat kain Sumba dengan motif geometris yang merupakan hasil rekayasa motif hewan khas Sumba. Walaupun punya gambaran Sumba tapi tetap ada sentuhan modernnya," kata Itang Yunasz dalam KonferensI Pers yang dihadiri pula Dian Pelangi dan Khanaan Shamlan, Senin (17/9) di Harlequin Bistro Kemang, Jakarta Selatan.


Bagi para desainer, keikutsertaan dalam pameran tersebut menjadi bentuk pengakuan internasional pada kiprah para desainer dan busana Indonesia yang punya beragam teknik. "Di media sosial jika ngomongin tentang busana Muslim, 68 persen pasti mengarah ke Indonesia. Dengan pameran ini menjadi kesempatan agar busana Muslim Indonesia diakui, jangan sampai kita kehilangan spotlight itu," kata Dian Pelangi.


Dian juga mengakui, orang-orang luar sangat kagum terhadap busana Indonesia yang bisa berjalan seiringan antara etnik dan agama. "Ini menjadi part of dakwah, dan misi kebudayaan juga," ucap Khanaan Shamlaan. (M-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Bintang Krisanti
Berita Lainnya