Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ALUNAN suara saluang, talempong, dan gendang terdengar sayup-sayup di perbukitan di lereng Gunung Singgalang, Desa Koto Ilalang, Balingka IV Koto Agam, Sumatra Barat.
Sumber suara itu datang dari sebuah lapangan yang tanahnya masih kasar dengan bekas tebasan padi. Di sanalah sejumlah anak berusia 8-12 tahun berlatih menari dan bermain musik.
Semangat anak-anak seolah mencerminkan spesialnya hari itu. Kampung terpencil itu memang akan kedatangan dua penari Indonesia kelas dunia, Ditta Miranda dan Rianto.
Ditta merupakan penari yang bermukim di Jerman yang memiliki keahlian tari balet dan juga Bali. Sejak 2000, Ditta bergabung dengan Tanztheater Wuppertal pimpinan Pina Bausch.
Berbagai penghargaan internasional sudah diraih Ditta, di antaranya 1993 Tanzpreis der Josef und Else Classen Stiftung sebagai penari terbaik di Folkwang Hochschule.
Sementara itu, Rianto ialah penari dan koreografer asal Banyumas yang kini bermukim di Jepang. Ia juga pernah bekerja sama dengan koreografer Sen Hea-ha dari Korea dan Akiko Kitamura (Jepang).
Maka dari itu, pemandangan di awal Agustus itu menjadi awal latihan tari yang dibuat Ditta dan Rianto untuk anak-anak Desa Balingka. Mereka tinggal di sana hingga 11 Agustus 2018.
Kedatangan Ditta dan Rianto merupakan buah kerja panjang penata tari dan penari tradisional Indra Zubir. Lulusan Institut Kesenian Jakarta ini tergerak dengan keresahan sebagian warga Desa Koto Ilalang akan kelanjutan tari asli mereka, Tari Piring Balingka dan Tari Gelombang serta musik tradisional seperti saluang.
Melihat itu, Indra pun mendatangi rumah-rumah untuk anak-anak untuk mengikuti latihan menari. Mulanya tidak ada yang berminat karena orang tuanya tidak mendukung.
Namun, kemudian sebagian anak mau berlatih. Rekaman video tarian anak-anak kemudian diikutkan Indra dalam proyek Nelken Line dari Pina Bausch Foundation.
Proyek itu mengajak semua orang di seluruh dunia untuk mengirimkan video ketika mereka menarikan sepenggal bagian dari karya koreografi Pina Bausch yang menggambarkan 4 musim: semi, panas, gugur, dan dingin sebagai bagian dari karya Nelken (diciptakan pada 1982).
Melihat video itu, Ditta yang keturunan Sumatra tergerak hatinya untuk datang ke Desa Balingka. Keinginannya membagikan ilmu dan pengalamannya kepada anak-anak ini disambut Yayasan Marsini Komunitas Budaya (YMKB) yang didirikan seniman Teguh Ostenrik. Dari situlah kegiatan menari untuk pelestarian identitas ini pun terwujud. (M-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved