Antara Keras dan Lembutnya Gaya Biker

Suryani Wandari
16/9/2018 07:25
Antara Keras dan Lembutnya Gaya Biker
(Angela Weiss / AFP)

KAIA Gerber menjadi bintang di peragaan busana yang menjadi bagian New York Fashion Week musim semi 2019, yang berlangsung Kamis (6/9), waktu setempat. Bukan saja karena kecantikannya yang makin mendekati masa kegemilangan sang ibu, Cindy Crawford, melainkan juga karena koleksi busana yang diperagakan model berusia 17 tahun itu.

Ia mengenakan gaun malam berwarna ungu yang penuh dengan detail fringe yang saling bersilangan dan bertumpuk. Gaun itu makin seksi dengan model korset di bagian atas.

Di sisi lain, gaun itu juga memiliki twist tanggung dan sporty dengan padanan jaket kulit. Sama-sama dalam nuansa ungu dan bermaterial kulit buaya palsu seperti korsetnya, jaket ini menggenapkan gaya perempuan yang edgy dan berani. Apalagi, kepala Kaia juga dihiasi bandana.

Itulah busana koleksi Tom Ford yang namanya memang selalu jadi daya tarik di kota mode ini. Pada set busana lainnya Tom memadukan jaket kulit dengan gaun-gaun selutut dan ada pula celana pensil. Jika tidak menggunakan motif kulit buaya, ia menggunakan motif macan tutul.

Semuanya serba mewah, indah, tetapi juga provokatif.

Dilansir dari Vogue, Ford mengaku menghadirkan koleksi yang ingin membuat para pria maupun perempuan merasa lebih cantik dan percaya diri. "Aku tidak ingin membuat pakaian yang ironis atau sok pintar, tapi hanya pakaian yang indah," ucap Ford, seperti dilansir pada Kamis (6/9).

Koleksi Ford ini pun seperti membawa orang kembali ke era keglamoran yang belakangan ini tergusur dengan busana-busana bergaya sporty atau seperti hendak ke gim. Sebab itu, koleksinya cukup dipuji para pengamat mode karena menawarkan sesuatu yang berbeda.

Bergaya sporty

Bergaya sporty pun nampak pada koleksi musim semi 2019, Alexander Wang. Seperti Ford, ia mengeksplorasi jaket kulit ala penunggang motor.

Namun, di koleksinya, jaket itu menjadi provokatif sekaligus seksi dengan potongan yang lebih pendek, tetapi lebih banyak detail dan aksen tali serta lilitan.

Didominasi warna hitam dan merah, koleksinya pun banyak mendekonstruksi dari jersey olahraga, bahkan untuk gaun seksi sekalipun. Di sisi lain, Wang juga memadukannya dengan kesederhanaan, yakni, misal, lewat padanan kaus putih polos. Dengan begitu, busananya tetap terlihat realistis untuk sehari-hari.

Di panggung NYFW ini terdapat pula kisah perjalanan Prabal Gurung dari desa-desa Nepal ke berbagai perkotaan, seperti Nepal, London Mumbai, Paris, Shanghai, Abu Dhabi hingga New York yang ia terjemahkan pada busana warna-warninya. Ia menggunakan warna sebagai bahasa universal koleksi musim seminya tahun ini.

Setiap perkotaan ia tampilkan dengan warna dan potongan berbeda, seperti Puerto Rico, yang ditampilkan dengan warna lemon serta bodysuit rajut. Busananya memiliki tangan panjang yang ujungnya diberi sutra fuchsia serta bagian punggung yang terbuka.

Ada pula busana yang seksi dengan rok sifon hijau menerawang. Pada busana ini pun garis sutra fuchsia hadir di bagian bawah. Ada pula atasan putih dengan rok sutra tiga warna, fuchsia, putih, dan biru.

Bukan hanya tampil penuh warna, beberapa negara ditampilkan dengan keindahan motif yang kemudian dipadukan dengan gaya tabrak warna. Seperti pada koleksi Korea, Prabal Gurung menggabungkan lukisan tangan bergambar bunga berwarna ungu dan oranye. (Vogue/WWD/M-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Riky Wismiron
Berita Lainnya