Medali dari Atlet Belia Asian Games

Suryani Wandari
16/9/2018 06:10
Medali dari Atlet Belia Asian Games
(MI/VICKY GUSTIAWAN)

Perunggu buat ibu dan Lombok

DI atas papan beroda, kaki Nyimas Bunga Cinta, 12, skater cilik Indonesia itu terampil menggerakkan kakinya. Kadang kaki kiri nya menginjak bagian papan belakang dengan kuat untuk menciptakan trik, seperti ollie, kickflip, dan heelflip.

Bersama teman-temannya, ia nampak berlatih menguasai beberapa trik lainnya yang belum ia kuasai. "Triknya banyak, ada beberapa pula yang belum dikuasai, jadi harus terus berlatih." kata skater yang akrab dipanggil Bunga, kepada Medi, pada Sabtu (8/9) di Green Park Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur.

Hari itu memang jadwal Bunga berlatih skateboard sekali dalam seminggu sekaligus mengadakan syukuran bersama skater lain atas keberhasilannya memenangkan medali perunggu dalam ajang olahraga Asian Games 2018, pada Rabu (29/8).

Ya, Bunga berhasil mengharumkan nama Indonesia dengan menyumbangkan medali di nomor Women's Street dengan perolehan 19,8 poin. Ia pun  menjadi skater termuda yang meraih medali di pesta olahraga antarbangsa se-Asia itu. Wah, keren ya, Sobat?

Momen indah yang tercipta di final skateboard Asian Games 2018 yang berlangsung di Jakabaring Sport City Palembang itu tak terlupakan. Bagaimana tidak, medali yang diraihnya ini bertepatan pula dengan ulang tahun ke-35 ibunya, Ika Damayanti.

"Medali itu menjadi kado untuk ibu saya. Saya amat berterima kasih pada ibu karena terus mendukung," kata Bunga.
Meski berada di peringkat ketiga, pencapaian ini sudah cukup bagus bagi Bunga. Dua peraih medali lainnya, yaitu Margielyn Didal dari Filipina dan Kaya Isa dari Jepang memang telah punya jam terbang lebih tinggi.

Nabila Khas, siswa kelas 2 High Scope yang juga sedang berlatih skateboard di wahana ini mengaku sangat terkesan dengan penampilan Bunga saat berlaga di Asian Games. "Aku nonton di televisi, Kak Bunga tampil bagus. Aku pun sering minta diajarin satu trik ke Kak Bunga," kata Nabila.

Dukungan penonton

Menurut Bunga, selain latihan yang keras, dukungan dari penonton pun dapat memberikan semangat untuk melakukan yang terbaik. Hal itu sangat dirasakan Bunga, penonton yang duduk di tribune penonton tak henti-hentinya berteriak memberikan semangat untuk Bunga. "Sebelum bertanding, saya sempat duduk di tribune penonton, rasanya terik seperti ada lima matahari. Tapi, aku salut, mereka terus memberi semangat kepadaku," kata Bunga.

Di ajang Asian Games itu Bunga berhasil melakukan kickflip over the ramp atau memutar papan skate diketinggian hingga trik stalefish yang rumit.

Berbagi buat Lombok

Kemenangan Bunga membawanya mendapat rezeki berlimpah, ia mendapatkan bonus sebesar Rp250 juta dari pemerintah. Bunga berencana akan menyedekahkan sebagian bonusnya tersebut lo, Sobat. "Kami mengikuti ajaran Islam untuk sedekah, ya, kami akan membaginya kepada lingkungan setempat, seperti tetangga, pelatih, dan teman," ucap Pak Didiet Priyo, ayah Bunga.

Tak hanya itu, Bunga akan melelang baju, sepatu, dan papan skate miliknya lo, hasil lelangnya ini akan disumbangkan langsung kepada korban gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Begitu pun Bunga, ia punya mimpi besar ingin punya rumah sendiri dari hasil bermain skateboard. "Setelah tercapai punya rumah pun, aku akan terus bermain skate dengan tujuan positif lainnya. Aku ingin menjadi seperti Tony Hawk, ia yang awalnya tak punya apa-apa, sekarang ia punya perusahaan sendiri," kata Bunga. (M-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Riky Wismiron
Berita Lainnya