Mencicipi Berlatih Dansa yang Fun dan Filosofis

Abdillah Marzuqi
16/9/2018 06:05
Mencicipi Berlatih Dansa yang Fun dan Filosofis
(MI/ BARY FATHAHILAH)

SUARA padu dari sol sepatu yang mengentak lantai langsung terdengar begitu memasuki ruangan berkaca itu. Bergandengan tangan berpasangan, sekitar 20 orang tersebut mengikuti gerakan melangkah maju dan mundur yang dicontohkan dua instruktur di muka kelas.

 

"Mereka (komunitas Afrika-Amerika) buat karena mereka mendengar lagu jaz dan mencocokkan ini dengan lagu jaz," lanjut William yang juga pengurus komunitas pencinta swing dance di Indonesia, Indoswing, kepada Media Indonesia, Minggu (2/9), di Jakarta.

Sebagai dansa pergaulan, swing dance memang terlihat hangat dan ceria. Namun, menurut William, swing dance bukan sekadar dansa yang fun, melainkan ada pula filosofis dalam gerakannya.

Diciptakan di era perbudakan, maka karakter merakyat sangat kental di dalamnya. Karakter itu bisa dilihat sendiri dalam sikap tubuh para pedansa yang tidak berdiri tegap.

"Jadi, kalau dibanding dance ballroom yang lain seperti skywalk ataupun tango, itu mereka dance-nya semiformal. Base-nya berdiri tinggi kayak berdiri cantik. Swing dance ini lebih kasual, bisa banyak free style-nya, lebih ke bawah. Mereka lebih down, lebih di bawah mainnya karena mereka lebih merakyat," tambah William.

Karakter kasual itu pula yang diakui menjadi daya tarik bagi Haru, salah seorang anggota Indoswing. Pria asal Jepang yang juga meminta hanya disebut berdasarkan nama panggilannya itu mengaku, pada awalnya ia merupakan pencinta musik swing dan jaz. Sementara itu, untuk dansa, ia sempat menjajal salsa, tetapi merasa kurang cocok.

"Saya lebih suka yang bebas. Saya suka membuat gerakan saya sendiri. Jadi, saya rasa swing lebih cocok buat saya," kata pria yang menjadi pengusaha di Jakarta ini.

William menambahkan, pengiring swing dance memang umumnya musik swing jazz. Meski tidak ada aturan baku soal musik,

Soal gaya, swing dance terbagi menjadi tiga, yakni east-coast, lindy hop, dan charleston. Ketiganya mempunyai dasar langkah berbeda. Namun, ketika sudah berada dalam lantai dansa, para pedansa biasa mencampur ketiganya. "Orang tukar-tukar saja, yang mana saja karena itu termasuk dalam keseluruhannya swing," tegas William.

Antara Seru dan Susah

Kelas pemula yang hari itu dibuka Indoswing, cukup diminati. Pesertanya bukan saja penari pemula, melainkan juga guru tari.

Hal itu pula yang diakui Lamria Noviana yang telah delapan tahun menekuni dan menjadi instruktur salsa. "Ritmenya beda dengan Latin dance. Kalau yang ini lebih riang. Jadi, saya ingin coba juga," ujarnya.

Sementara itu, Hariani Chandra sudah ketiga kali mengikuti kelas Indoswing. "Swing dance itu seru dan susah. Seru karena dalam swing dance menjadi asyik, mengasyikkan, dan berasa lebih ketika digelar dalam social dance. Artinya, banyak pedansa yang bergabung dalam satu lantai dansa," tuturnya.

Langkah kaki yang nampak sederhana memang ternyata tidak sesederhana penampakannya. Selain itu, ada pembagian peran lead dan follow. Peran itu bisa bertukar-tukar sehingga tiap orang tidak selalu menjadi lead bagi pasangan dansanya. "Susah ketika harus me-lead kadang harus ikut," tambah Hariani.

Peserta Indoswing lain juga mengakui hal yang sama. Irene Tjhai yang baru kali pertama mengikuti kelas swing dance mengaku cukup kesulitan mengikuti instruksi soal gerak kaki.

"Susah, tapi mungkin karena belum terbiasa saja kali ya, jadinya agak sedikit kaku. Tapi, kalau latihan terus juga kayaknya bisa," terang Irene.

Meski kesulitan, Iren tidak patah semangat karena baginya menjajal sesuatu yang baru sangatlah menyenangkan. "Belajar pengalaman baru juga. Tarian ini kan jarang di Indonesia dan sekarang sudah masuk. Jadi, coba sesuatu yang baru," tukasnya.

Namun, jejak swing dance di Jakarta nyatanya tidak benar-benar baru. Haru menjelaskan, jika Indoswing sendiri sudah ada sejak empat tahun lalu. Namun, kegiatan mereka memang sempat vakum karena sang pendiri sekaligus penggerak yang merupakan seorang perempuan asal Amerika Serikat, kembali ke negaranya.

"Karena itu, kami sekarang ingin memasyarakatkan lagi. Apalagi, kan cocok di Indonesia yang orang-orangnya juga suka menari," tukasnya.

Bagi mereka yang ingin menjajal swing dance, Indoswing kini menggelar acara menari tiap Senin pukul 19.30-22.30 WIB di Artoz Bar, The Energy Building, Jakarta. (M-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Riky Wismiron
Berita Lainnya