Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MARI mampir ke Kopi Tuli, kedai kopi di Cinere, Depok, Jawa Barat, yang menyediakan cangkir-cangkir nan sedap dan pengalaman berinteraksi dengan kawan-kawan tuli.
Muda menjumpai Putri Sampaghita Trisnawinny Santoso yang bersama dua kawannya, Mohammad Adhika Prakoso dan Trierwinsyah Putra, merintisnya.
Simak ya!
Ceritakan dong bagaimana kalian merintis kedai kopi ini?
Pada akhir Oktober tahun lalu, temanku menawarkan pelatihan membuat kopi, lalu aku mengajak kawan yang lain, Mohammad Adhika Prakoso untuk bergabung, kebetulan ia masih sedang cari kerja.
Aku mengusulkan kami membuka usaha kopi yang ternyata ia sukai. Lalu, satu lagi teman kami bergabung, Trierwinsyah Putra. Bertemulah kita di Pondok Indah Mall untuk berdiskusi nama yang cocok untuk kedai kopi ini. Tercetuslah nama Kopi Tuli, pada 25 Oktober 2017.
Selanjutnya, kami meriset, melakukan eksperimen, dan belajar tentang keterampilan yang dibutuhkan dari nol, untuk mencari rasa kopi yang ideal.
Pertama kali, kami melakukan eksperimen dengan espresso manual brew, tapi rasa kopinya tidak konsisten. Tiba-tiba Adhika menyarankan menggunakan mesin dan ia mengajak orangtuanya berinvestasi untuk membeli. Barulah di situ, kami mendapatkan rasa kopi yang pas. Akhirnya pada 12 Mei 2018, kami meresmikan kedai Kopi Tuli.
Bagaimana pembagian perannya?
Aku lebih banyak ide dan konsep, Adhika fokus pada pembukuan dan pengembangan bisnis, adapun Erwin sebagai barista.
Apa keistimewaan Kopi Tuli bila dibandingkan dengan kedai kopi biasa?
Kopi Tuli itu wadah kebersamaan dan kekeluargaan, kami ajak para pelanggan berkenalan dan berinteraksi dengan karyawan maupun pengunjung lainnya.
Keistimewaan lainnya, bisa belajar bahasa isyarat dan disini tempat berinteraksi antara teman tuli dan teman dengar. Kita juga tidak menyediakan wi-fi agar para pelanggan berinteraksi dan tidak fokus pada gawai masing-masing.
Bagaimana dengan kopinya?
Enak atau tidaknya, kita serahkan kepada selera teman-teman Kopi Tuli. Yang kita lakukan hanya membuat dengan serius agar tercipta rasa yang beneran kopi, bukan sekadar kopi dikasih air.
Kita pun menyediakan banyak menu kopi agar teman-teman sendiri yang menentukan selera masing-masing.
Katanya kalian bekerjasama dengan pemasok peralatan kedai kopi, Toffin, bentuknya seperti apa?
Iya, kami memperoleh peralatan di Toffin, salah satunya grinder, alat penghancur biji kopi dan beberapa bahan baku. Namun, untuk biji kopi, kami dapat pasokan sendiri.
Menu kopi apa saja yang dijual dan apa jagoannya?
Untuk menu, ada 3 macam menu kopi, yaitu Kopi Koso yang diambil dari nama Adhika, Wings dari nama Erwin dan Kopi Siput dari nama Putri. Untuk menu yang tidak menggunakan kopi ada empat, yaitu Daun Susu, Tanah Susu, Marmer Hitam, dan Matahari.
Kenapa memakai nama alam? karena untuk media berkomunikasi, agar si pembeli mau bertanya dan adanya interaksi antara teman tuli dan teman dengar.
Harga kopi berkisar Rp18ribu sampai Rp25ribu, ada juga makanan untuk Jumat sampai Minggu, yaitu nasi goreng dan untuk Senin sampai Kamis, ada roti.
Motivasi pengunjung ke sini karena rasa atau pengalaman terkait dengan Kopi Tuli?
Motivasinya, belajar isyarat, dan berbaur antara teman-teman tuli dengan teman-teman dengar.
Bagaimana perkembangan bisnisnya sejauh ini?
Insya Allah dibuka cabang kedua di daerah Duren Tiga, Jakarta Selatan pada bulan ini. Semoga dengan dibukanya cabang kedua ini, bisa lebih banyak memberdayakan teman-teman.
Bagaimana cara berkomunikasi dengan para pengunjung?
Bahasa isyarat, bahasa bibir, dan kalau tidak mengerti, bisa dengan tulisan.
Jika tak berkeberatan bisakah bercerita tentang kondisi yang kamu alami?
Ketika aku berusia dua bulan dalam kandungan, papah meninggal, lalu Mama pun mengalami stres hingga berakibat pada kondisi aku dalam kandungan.
Selama satu tahun, Mama curiga dengan kondisiku, karena tidak kaget ketika mendengar sesuatu yang berbunyi keras, ketika ulang tahun pun diam saja ketika orang-orang ramai menyanyikan lagu.
Kecurigaan yang semakin bertambah membuat Mama membawaku ke dokter THT. Dari situlah ketahuan, aku menyandang disabilitas tuli. Pada awalnya Mama tidak terima dengan vonis dokter.
Untuk penyandang disabilitas masuk sekolah umum sebenarnya berat, aku sempat ditolak di sana-sini karena kekurangan ini. Namun, ibu bersikeras agar aku bisa masuk di sekolah umum. Diskriminasi di sekolah pun tidak dapat dihindari, dari SD sampai SMP, aku sempat mengalami bullying.
Namun, aku mengambil sisi positifnya, bullying ialah proses membentuk mental lebih kuat, hingga akhirnya aku bisa menyelesaikan pendidikan sampai sarjana.
Harapan kamu terhadap kawan-kawan juga masyarakat luas, bagaimana cara memperlakukan teman-teman tuli?
Satu pesan yang mewakili teman-teman tuli, jangan pernah nanya kita bisa ngomong apa, yang lebih tepat, bertanya kita lebih nyaman berkomunikasi dengan apa.
Mengapa kamu dan kawan-kawan lebih senang dengan kata tuli bila dibandingkan dengan tunarungu?
Menurut medis atau dokter, tunarungu, bisa diubah menjadi dengar, dalam bahasa Inggrisnya, hearing impairment, artinya pendengaran rusak.
Sementara itu, kalau tuli mempunyai identitas, contohnya mempunyai bahasa sendiri, seperti bahasa isyarat dan mempunyai budaya sendiri. Jika tunarungu itu terlihat seperti orang dengar, konotasinya, tunarungu bisa diubah menjadi dengar.
Namun, tuli ialah identitas, memiliki bahasa isyarat dan itulah yang teman-teman tuli banggakan.
Mislanya, salah satu cerita diskriminasi yang dialami salah satu co-founder Kopi Tuli selama kuliah, ketika ada tugas, teman-teman sekelas tidak ada yang memberitahu. Bahkan, ketika ujian, teman-teman sekelasnya bekerja sama, sedangkan ia bekerja keras sendiri. (M-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved