Jawa Timuran di Sudut Kota Bekasi

Gana Buana
09/9/2018 08:46
Jawa Timuran di Sudut Kota Bekasi
(ANTARA FOTO/Risky Andrianto)

ALUNAN musik Rek Ayo Rek terdengar lantang dari Lapangan The Down Town Walk, Summarecon Mal Bekasi. Aroma rempah dan teriakan sekitar 80 tenant seakan memanggil pengunjung menghampiri. Festival yang berlangsung 16 Agustus-16 September ini mengusung tema Weteng wareg ati marem rek, yang berarti perut kenyang hati senang ini menghadirkan ragam makanan khas Jawa Timur.
Media Indonesia memulai dengan makanan khas Batu, Malang, yakni Sego Resek Malang. Makanan yang berarti nasi sampah ini mirip nasi goreng, tetapi tidak digoreng, tetapi dibacem menggunakan kuah kaldu kuning.
Restoran yang ada di kawasan Jalan Brigjend Katamso ini menggunakan campuran tauge, kol, mi, dan suwiran ayam. Pengunjung juga bisa memilih tambahan berupa jeroan dan sayap ayam.
"Resek di Malang memang terkenal dengan nasi sampah, semuanya ada dimasukkan ke dalam sajian ini," ungkap Manager Sego Resek Malang, Yudi. Satu porsi sego resek ini hanya Rp35 ribu.
Sego yang lain disajikan Sego Pecel Ndeso Mr J. Makanan khas Tanah Jawa ini dimodifikasi dengan citarasa Jawa Timur yang identik dengan rasa pedas manis. Terutama, potongan daun jeruk harus mendominasi rasa di dalam campuran sambal kacang tersebut. Serta tambahan daun kemangi dan petai cina.
"Kalau di wilayah Jawa Tengah, toping petai cina atau daun kemangi tidak ada. Khas rasa sambalnya pun lebih pedas," ungkap Devi.
Sego ini disajikan dengan pilihan nasi atau lontong. Jangan lupa gorengan pendamping makanan yang dibanderol dengan kisaran harga Rp8 ribu-Rp25 ribu.
Rawon
Ke Jawa Timur tidak lupa menyantap rawon. Makanan tradisional ini mirip sup daging dengan kuah berwarna hitam. Warna kelam ini berasal dari kluwak dan bumbu khusus hingga menghasilkan aroma dan rasa yang khas. Tentunya tidak lupa taburan tauge kecil yang sudah direbus terlebih dulu.
Satu mangkuk Raja Rawon ini disajikan dengan nasi hangat, daun bawang, sambal, dan jeruk nipis. Semakin lengkap dengan kerupuk udang, telur asin, dan daging sapi goreng atau empal.
"Selain dagingnya yang empuk, perpaduan rasa manis, gurih, dan legit pada kuahnya yang hitam memiliki rasa yang pas dengan lidah kita. Selain itu, yang menjadi keistimewaan dari Rawon ini adalah rasa yang dihasilkan dari kluwak ini memberikan aroma kuat dan sensasi rasa yang khas pada makanan tradisional satu ini," ungkap Jay, salah satu pengunjung yang mencicipi rawon ini.
Rujak cingur
Bagi penikmat rujak, jangan melewatkan rujak cingur khas Jawa Timur. Rujak sayuran ini mendapatkan tambahan cingur alias mulut sapi atau kikil sapi. Rujak ini pun bisa dinikmati dengan nasi atau lontong.
"Terasa gurih dan creamy dari kuah kacangnya," ungkap Juwita penjaga tenant Rujak Cingur.
Juwita mengatakan, olahan rujak cingur tidak bisa lepas dari petis udang. Bumbu rujak itu dicampur dengan tauge, bayam, sawi, timun, tempe, dan tahu. "Biasanya sambal petisnya didatangkan dari Surabaya langsung," tandas dia.
Center Director Summarecon Mal Bekasi, Ugi Cahyono, mengatakan, di tahun ke-6 penyelenggaraan FKB, pihaknya masih konsisten untuk terus mengeksplorasi variasi kuliner Tanah Air. Jawa Timur dipilih karena merepresentasikan keberagaman kuliner lokal dan kekinian.
"Dengan misi untuk terus melestarikan sekaligus mengedukasi kekayaan kuliner lokal, kami berharap acara ini akan terus menjadi wahana yang baik bagi para pelaku UMKM untuk mempertemukan langsung antara pembeli dengan pedagang," ungkap dia.
Bekerja sama dengan Pemerintah Kota Bekasi, kata Ugi, FKB akan semakin lengkap dengan kehadiran 2 booth bertemakan Bekasi. Satu booth UKM yang menjadi binaan dari Pemerintah Kota Bekasi, yaitu Nasi Kebuli 'MAMA' akan menjual hidangan nasi berbumbu khas Timur Tengah.
Selain itu, tersedia Bekasi Corner yang menyediakan beragam aksesori, kerajinan tangan, fesyen, dan batik khas Kota Bekasi, kuliner serta camilan khas Bekasi. Pengunjung dapat menikmati kuliner FKB setiap harinya yang dibuka pukul 16.00-22.00 WIB (Senin-Kamis), 16.00-23.00 WIB (Jumat), dan 11.00-23.00 WIB (Sabtu, Minggu, dan Hari Libur Nasional). (M-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Riky Wismiron
Berita Lainnya