Teknologi 5G untuk Indonesia

Suryani Wandari Putri
07/9/2018 21:30
Teknologi 5G untuk Indonesia
(MI/Suryani Wandari Putri)
PERUSAHAAN teknologi asal Finlandia, Nokia, membuat gebrakan baru. Sejumlah inovasi teknologi 5G termutakhir dirancang membantu mengembangkan potensi pasar untuk pembangunan infrastruktur komunikasi Indonesia dipamerkan. Nokia telah menetapkan target untuk mempercepat masa depan digital di negara ini dan memberikan manfaat berupa peningkatan kualitas kehidupan warga melalui teknologi yang inovatif. Nokia memprioritaskan Indonesia karena berambisi meningkatkan taraf hidup masyarakatnya melalui teknologi dan serangkaian agenda untuk menjalankan roadmap industri Indonesia 4,0. "Teknologi terbaru ini dikombinasikan dengan keahlian dunia menjadikan kami partner yang ideal untuk operator Indonesia. Ekosistem 5G kami memiliki potensi yang luar biasa untuk kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia menjadi lebih baik," kata Robbert Cattanach, Presiden Direktur Nokia Indonesia. Sebagaimana yang diketahui teknologi 5G ini memiliki banyak keunggulan dibanding internet 4G saat ini. Layanan internet 5G menjamin kecepatan data dan latency semakin cepat, dengan paduan kemampuan pembagian jaringan. Sehingga operator layanan mampu mengatur jumlah pengguna dan memaksimalkan perangkat berbasis IoT dengan layanan canggih. Pada demo ini, Nokia menampilkan jaringan berbasis kecerdasan buatan (artifical intelligence/AI) dengan menggambarkan kemampuan kognitif yang didistribusikan ke base transceiver stations (BTS). Dengan ini pengguna bisa merasakan kualitas secara realtime mengambil langkah penting serta belajar mengoptimalisasi data dari dunia nyata. Ada pula sistem produksi 5G tactile yang menjawab tantangan komputasi sensor dan sinkronisasi antar video, tactile, force feedback, dan prioritas. Uniknya, pengguna bisa merasakan pengalaman touch and feel berbagai materi melalui lengan mekanik yang dikendalikan jarak jauh. Inovasi ini pun diharapkan bisa membantu dalam bidang kesehatan. Terakhir, ada slicing jaringan 5G. Demo ini menunjukan kemampuan jaringan yang bisa diprogram untuk digitalisasi otomotif, seperti mengemudi tanpa awak, hingga menerapkan layanan publik seperti ambulans yang terhubung dengan GPS dan konsultasi ke dokter langsung dalam teknologi di ambulans sehingga pasien akan cepat tertangani karena dokter sudah mendiagnosa pasien saat diperjalanan. Kehadiran 5G sangat ditunggu-tunggu karena tentunya akan menjadi peluang baik bagi pertumbuhan bisnis maupun membantu kehidupan sehari-hari. (M-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya