Kisah di Balik Kostum Penutupan Asian Games '18

Suryani Wandari
07/9/2018 13:05
Kisah di Balik Kostum Penutupan Asian Games '18
(Dok @ranforyourlife/@bclsinclair/ @lea_boruniraja)

ASIAN GAMES 2018 memang sudah berlalu hampir seminggu, namun pernak-perniknya masih jadi perhatian. Salah satunya adalah kostum grup musik Ran di acara penutupan.

Grup yang beranggotakan Rayi, Asta dan Nino mengenakan celana dan jaket jins yang atraktif dengan lukisan popart. Pilihan motif yang berani, seperti motif monster bermata satu dan api, yang dipadu dengan warna-warni candy, seperti pink dan kuning da hijau, membuat penampilan mereka sangat segar seperti juga lagu-lagu yang dibawakan.

Melalui akun instagram resminya, @ranforyourlife, Ran mengungkapkan jika kostum itu karya kolaborasi dengan seniman Pop Art asal Jakarta, Muchlis Fachri. Ran mengaku memang sudah lama menyukai karya-karya seniman yang akrab disapa Muklay itu.

“Namanya Muklay. Kita emang udah lama suka sama karya-karya dia. Dan pas banget, Asian Games ini jadi moment yang tepat buat wadah collab (Kolaborasi) kita”, kata Nino.

Bicara soal desain popart pada busana, Presiden Jokowi juga sudah tampil dengan gaya itu. Bahkan Presiden lebih dulu yakni lewat jaket Asian Games 2018 yang berhias lukisan para atlet. Jaket buatan jenama yang juga asal Jakarta, Never too Lavish itu dikenakan Presiden dalam acara di Istana Bogor sebelum perhelatan Asian Games 2018 dimulai.

Songket dan Tenun

Tidak hanya Ran, Bunga Citra Lestai (BCL) dan Lea Simajuntak juga tampil menarik di acara penutupan Asian Games 2018. Namun busana kedua penyanyi cantik itu bukan menggunakan unsur popart melainkan menggunakan keindahan kain adati.

Bcl yang membawakan lagu Dance Tonight tampil dengan minidress asimetris fuchsia dan jaket pendek oranye. Jika diperhatikan jaket itu memiliki motif khas tenun Sumatra. Nyatanya jaket itu memang dibuat dengan material songket Palembang.

Melalui akun instagramnya, @bclsinclair, penyanyi yang juga juri Indonesian Idol itu menyatakan jika set busana itu dibuat khusus oleh Didiet Hediprasetyo. Didiet yang merupakan putra Prabowo Subianto memang telah lama menjadi desainer dan telah beberapa kali menggelar show adibusana di Paris.

Sementara, Lea Simanjuntak menggunakan busana karya Deden Siswanto. Dress panjang yang terinspirasi dari Sulawesi Tenggara ini hadir dengan siluet oversize dengan model bertumpuk. Bahan ragam warna, motif dan teknik pun menyatu pada busana a-line asimetris. (M-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Bintang Krisanti
Berita Lainnya