Saat ini, banyak perusahaan menjual ransel ortopedi yang harganya bisa mencapai $ 70 atau sekitar satu juta rupiah. Dengan dalih agar punggung anak tidak sakit, ransel itu didesain khusus untuk mencegah sakit punggung pada pemakaian ransel jangka panjang.
 
Dr Michael Holmes, dari Brock University di Ontario, Kanada, mengatakan orang tua tidak perlu membeli tas berharga mahal itu karena tidak ada bukti bahwa ransel dapat menyebabkan sakit punggung atau kerusakan pada tulang belakang. Selama orang tua mengajarkan anak-anak untuk memakai ransel mereka dengan tepat, maka tidak ada masalah. Kedua tali bahu pada ransel harus dalam posisi seimbang, agar berat ransel dibagi rata.
 
Menurut Holmes, justru lebih bahaya memakai tas bahu, karena beban hanya bertumpu pada satu bahu yang dapat menyebabkan sakit punggung atau kerusakan pada tulang belakang. "Setiap September, kami mulai mendengar kontroversi tentang apakah tas punggung menjadi penyebab rasa sakit pada punggung dan leher pada anak-anak, Agar pikiran orang tua bisa tenang, literatur terbaru menunjukkan hanya ada sedikit bukti untuk mendukung hubungan antara penggunaan ransel dan rasa sakit," terang Dr Holmes sebagaimana dimuat dalam Dailymail (4/9/2018).
 
Memang beberapa penelitian sebelumnya mengungkap hubungan antara ransel anak dengan perubahan postur kepala dan leher. Namun, penelitian terbaru yang diterbitkan dalam British Journal of Sports Medicine pada bulan Mei menemukan bahwa sebagian besar bukti hubungan antara ransel dan nyeri punggung berasal dari studi cross-sectional. Studi itu hanya mengukur rasa sakit pada satu titik. Pembuktian itu juga dianggap tidak sekuat studi longitudinal yang mengikuti peserta selama periode waktu. Artinya, tidak ada bukti bahwa penggunaan tas sekolah bisa meningkatkan risiko nyeri punggung pada anak-anak dan remaja.
 
Dr Holmes mengatakan juga tidak ada ulasan yang menemukan penggunaan ransel terkait dengan biomekanik atau kerusakan punggung yang buruk. Ia merekomendasikan untuk memilih tas punggung dibandingkan tas bahu, tas samping ataupun tas selempang. Tas jenis itu terus memberi tekanan pada otot, jaringan dan saraf yang ditemukan di bahu, menyebabkan rasa sakit di leher, bahu dan punggung bagian atas.
 
Selain itu, karena kebanyakan orang membawa tas mereka di sisi yang sama, ketegangannya tidak merata. "Tas yang dikenakan di satu bahu menciptakan asimetri otot apa yang digunakan, yang dapat memuat tulang belakang dengan cara yang tidak diinginkan," tambah Holmes.
 
Sebuah studi 2013 yang diterbitkan dalam Journal of Physical Therapy Science menemukan bahwa memakai tas di salah satu bahu secara terus dan tetap dapat mempengaruhi gaya berjalan. Pedoman dari American Chiropractic Association menyarankan ransel tidak lebih dari lima hingga 10 persen dari berat badan anak.
 
Dr Holmes mengatakan ada beberapa tips yang harus diikuti oleh semua orang tua ketika mencoba menemukan ransel terbaik untuk anak mereka. Dia merekomendasikan mencari tas yang memiliki tali bahu lebar dan empuk, batalan punggung empuk, kompartemen sehingga berat dapat didistribusikan secara merata, dan tali pinggang yang akan mendistribusikan beban lebih ke pinggul. Orang tua juga harus mengajarkan anak untuk memakai tas punggung dengan tali bahu, serta mendorong anak untuk tidak membawa barang yang tidak dibutuhkan dalam ransel. (M-2)