Ada Jazirah Arab Saudi di Jakarta

SURYANI WANDARI
02/9/2018 02:20
Ada Jazirah Arab Saudi di Jakarta
(MI/SURYANI WANDARI)

LEMBARAN kertas telah disiapkan di atas meja, begitupun tinta hitam, merah, dan hijau lengkap dengan pena pipih beragam ukuran. Kak Abdul Aziz, seniman asal Saudi ini mulai mencelupkan penanya, lalu menuliskan pesanan nama pengunjung dalam aksara Arab.
Ya, kaligrafi , seni artistik tulisan tangan yang berkembang di negara Islam ini menjadi salah satu kebudayaan Arab yang disukai penunjung, Rabu (22/8) di The Saudi House atau Pameran Arab Saudi di Restoran Pulau Dua, Senayan, Jakarta.

Abdul Aziz melakukannya dengan hati-hati lo, jangan sampai kita menggoyangkan mejanya ya karena bisa membuat kesalahan dalam kaligrafinya. Kaligrafi ini pun menjadi seni yang dihormati di antara berbagai seni rupa Islam karena merupakan alat utama untuk melestarikan Alquran lo sobat meskipun mulanya kaligrafi merupakan alat untuk berkomunikasi.

Di sini para pengunjung pun bisa bisa memesan nama mereka untuk dilukiskan menjadi sebuah kaligrafi indah olehnya lo. Selain kaligrafi yang berada pada paviliun kebudayaan Arab, masih banyak budaya Arab yang bisa kita jelajahi di sini lo. Mau tahu?

Kebudayaan
The Saudi House merupakan upaya gabungan dari Komite Olimpiade Saudi dan The Saudi General Culture Authority (GCA). Kegiatan ini bertujuan untuk yang merayakan kedalaman dan keragaman dari kebudayaan Arab Saudi sekaligus merayakan ajang Asian Games ke-18 di Jakarta. Saudi House ini berada pada area seluas 4.500 meter persegi, yang dapat dikunjungi secara gratis dari pada 19-22 Agustus dan 24-28 Agustus lo.

Pengunjung pun dapat mengunjungi beberapa paviliun seru yang menghadirkan semarak Kerajaan Arab Saudi, melalui perjalanan bersejarahnya dan berkembang sampai saat ini. Selain seni tulis tangan Kaligrafi, di paviliun pertama ada Paviliun Dua Masjid Suci. Di sini kita bisa melihat miniatur Masjidil Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah yang juga dipresentasikan melalui audio-visual.

Foto dan video yang ditampilkan pada layar besar ini dapat memberikan pengalaman mengunjungi mesjid suci ini lo. Lanjut ke paviliun berikutnya, Medi menemukan busana tradisional Arab Saudi dengan menampilkamn warisan kaya kerajaan Arab Saudi dengan berbagai jenis teknik pada sulaman, pola, hingga desainnya nih.

Ada thawb, yakni pakaian standar untuk laki-laki berbentuk terusan dan berlengan panjang. Untuk perempuan, ada abaya yang umumnya. berwarna hitam lengkap dengan jilbab untuk menutupi rambut sesuai syariat Islam. Terdapat 30 jenis pakaian etnik dari berbagai bagian Kerajaan Arab Saudi. Semakin seru, busana ini pun bisa dicoba lo sobat, bahkan kita bisa berfoto ala Arab Saudi.

Yang istimewa dan tak pernah sepi, ada antrean untuk masuk ke paviliun tradisional henna, yaitu seni lukis pada tangan dengan desain geometris yang rumit. Penggunaan henna ini biasanya untuk para perempuan yang akan melangsungkan pernikahan atau perayaan lainnya yang sudah menjadi wadah mengekspresikan diri sehingga antrean ini didominasi perempuan dari anak-anak hingga dewasa.

Kata henna ini berasal dari tanaman Lawsonia inermis, tanaman tertua yang digunakan sebagai kosmetik yang diracik dengan berbagai bahan alami lainnya sehingga aman digunakan pada kulit lo.

Kuliner
Jika mendengar kata Arab, apa yang kalian pikirkan? Pasti buah kurma bukan? Buah yang biasanya dapat ditemui dengan mudah saat Ramadan ini, kini menjadi sajian yang dapat dicicipi dan diambil secara gratis, tetapi terbatas ya sobat. Ada 10 jenis kurma yang berbeda berasal dari daerah Al Qassim, pihak penyelanggara pun telah menyiapkan 6 ton kurma yang dibawa langsung dari Arab Saudi. Masyarakat Timur Tengah menjadikan kurma sebagai makanan pokok sejak ribuan tahun lalu lo hal itu karena khasiat kurma yang bisa mengurangi dehidrasi di suhu seperti di Arab ya sobat.

Tak hanya kurma yang punya beragam manfaat, pengunjung pun dapat merasakan segarnya air zamzam yang dibawa langsung dari Kota Suci Mekah lo. Zamzam merupakan sumur mata air yang terletak sebelah  tenggara Kabah yang diyakini mengusir kegelisahan, pengkhianatan, kedengkian, dan kebencian. Sang penyelenggara akan menyajikannya dalam sebuah gelas.

Terakhir yang ditunggu-tunggu, terdapat pertunjukan tarian rakyat tradisional yang hadir dalam beberapa jam sekali. Pertunjukan musik dan tarian Folklore ini biasanya diadakan saat acara pernikahan di Kerajaan Arab Saudi serta selama hari libur nasional seperti Idul Adha. Pengunjung dapat menikmatinya tarian ini di dalam tenda tradisional yang dibawa langsung dari Arab Saudi yang nyaman ini sambil menikmati secangkir kopi Arab. Wah, seru ya Sobat? Berniat mengunjunginya? Catat tanggalnya, jangan terlewat ya! (M-1)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya