Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MEMBAWA produk fes yen Indonesia ke kancah internasional memang butuh komitmen panjang. Salah satunya ialah yang dibuat Jakarta Fashion Week (JFW) dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, British Council, dan Center for Fashion Enterprise (CFE) London sejak 2012, yakni program Indonesia Fashion Forward (IFF).
Lewat program itu, desainer diberikan pelatihan bisnis hingga aspek hukum oleh para pakar dan juga diberi kesempatan menampilkan karya di department store dan trade show terkemuka di luar
negeri. Beberapa desainer telah sukses melejitkan nama berbekal ilmu yang diberikan.
Di sisi lain, publik dalam negeri belum punya banyak kesempatan untuk mengakses secara langsung dan bersamaan karya desainer program IFF. Kesempatan itulah yang kini terbuka lewat pop-up store atau toko temporer Fashionlink x Blckvnue di Lantai 2, Senayan City, Jakarta. Namun, toko resmi dari JFW ini juga memasukkan pula karya desainer non-IFF yang tengah naik daun. Totalnya ada 30 desainer bergabung dalam toko itu.
Dalam pembukaan yang berlangsung Rabu, (15/8), beberapa label dari desainer jebolan IFF yang bergabung ialah Batik Chic, Eri, Jii by Gloria Agatha, dan Alex[a]lexa. Desainer Batik Chic, Novita Yunus, mengeluarkan koleksi yang bergaya resort dengan kain ringan melayang, potongan longgar, dan motif yang bernuansa tradisional. Salah satunya ialah blus mulet bernuansa hijau dengan motif tanda plus berukuran besar.
Blus itu dipadankan dengan rok bercorak abstrak. Novita menjelaskan jika koleksi itu menggunakan paduan teknik asal Indonesia dan Jepang. “Koleksi ini menggunakan dua teknik yang berbeda, yakni dengan teknik membuat batik dari Indonesia dan teknik shibori dari Jepang,” kata Novita Yunus. Lebih lanjut, ia koleksi yang sudah tampil di Amazon Fashion Week, Tokyo, Maret lalu ini juga menggunakan motif asal Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sementara itu, Alex[a]lexa mengeluarkan koleksi yang bergaris lebih modern dengan nuansa warna pastel. Di sisi lain, koleksi dari label pasangan Monique Natalia dan Sandy Soeriaatmadja, juga bergaya lebih girly. Salah satu tampilannya setelan celana palazzo dan luaran bergaya kimono tanpa tali yang sama-sama berbahan ringan dan bernuansa pastel. Untuk padanan dalamannya dipilih atasan berwarna pink keperakan. Kemudian, ada pula label sudah begitu digemari kalangan hijaber, Jenahara. Label yang merupakan alumni angkatan kedua IFF ini menampilkan koleksi bermotif etnik bernuansa kecokelatan.
Wayang
Desain motif yang interaktif pun ditampilkan brand Bateeq dengan tampilan koleksi bernuansa biru dan kuning dengan siluet besar. Pada koleksi tampak inspirasi dari budaya wayang. “Kami keluarkan kolesi yang dominan ditampilkan pada JFW dan Seoul Fashion Kode lalu bertajuk Kelir yang merujuk pada layar dalam wayang kulit,” kata Michelle Tjokrosaputro, CEO dan Direktur Kreatif Bateeq.
Michelle melanjutkan koleksinya ini mencakup penerapan dua motif, yakni Delikan dan Lituhayu yang berarti bersembunyi dalam bahasan Jawa, sedangkan tampilan serbahitam yang kuat pada detailnya hadir pada beberapa brand, seperti brand Eri dan Day and Night. Soal target pasar, Yelly Lumentu, CEO Day and Night, menjelaskan jika mereka fokus menggarap pasar lokal. Hal ini dilakukan mengingat masih sangat luasnya pasar lokal. Setelah kuat di dalam negeri, barulah mereka akan berencana menuju dunia internasioal. (M-2
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved