Nonton pameran Asian Games yuk

SURYANI WANDARI
26/8/2018 02:00
Nonton pameran Asian Games yuk
(MI/SURYANI WANDARI)

DERETAN tulisan tentang perjalanan sejarah Asian Games yang dicetak besar itu mendominasi ruang pamer di Museum Sejarah Jakarta. ada pula maket Gelora Bung Karno (GBK), lengkap dengan benda peninggalannya berupa bongkahan lantai, lampu dinding stadion akuatik berikut speaker yang dipakai pada perhelatan olahraga terbesar se-Asia pada 1962.

Medi mengunjunginya pada Selasa (21/8) dan menyaksikan kebanggaan yang disebarkan pameran ini. Ya, karena Indonesia untuk kedua kalinya telah menjadi tuan rumah Asian Games, kompetisi olahraga terbesar di Asia yang diselenggarakan empat tahunan ini. Dalam sejarahnya, baru sembilan negara yang pernah menjadi tuan rumah Asian Games.

Wah, Indonesia keren ya! Namun, tahukah sobat, rupanya untuk terpilih menjadi tuan rumah, perjuangannya tak gampang lo. Hal ini ditunjukkan dalam Pameran Asian Games yang diadakan 12 Agustus sampai 9 September 2018. Mau tahu? yuk simak Medi!

Pemilihan tuan rumah mendebarkan
Sobat, jika datang ke pameran ini kalian akan disambut dengan kliping media masa yang menampilan berita perjuangan Indonesia, pertama kalinya, untuk jadi tuan rumah Asian Games. Kak Galih Hutama Putra, Kepala Satuan Pelayanan Museum Sejarah Jakarta, mengatakan pameran tersebut memang bertujuan untuk mengingat kembali momen Indonesia menjadi tuan rumah pada 1962.

“Pameran ini memang untuk mendeskripsikan Asian Games keempat dan pertama kalinya digelar di Indonesia. Kita ingin menggambarkan semangat karena saat itu Indonesia belum punya kekuatan secara ekonomi dan sarana yang memadai untuk itu,” kata Kak Galih.Saat Asian Games pertama kali digelar, Indonesia baru merdeka dan pada 1945-1950 masih sibuk mempertahankan kemerdekaan sehingga belum bisa berpartisipasi.

Begitu pula Indonesia pun belum berhasil berpartisipasi di Olimpiade London pada 1948. Kebijakan menjadi tuan rumah ini, menurut Mohammad Hatta, wakil presiden saat itu, terkesan memaksakan diri karena belum dipandang mendesak karena banyak masyarakat Indonesia masih kelaparan dan ekonomi pun terpuruk. Namun, mengapa Indonesia tetap berambisi ya? Hasil penelitian menyebutkan, Indonesia ingin mengangkat nama, harkat, dan martabat bangsa di mata Internasional.

Menang atas Karachi
Indonesia tak patah semangat sobat dan terus meyakinkan negara Asia lainnya, bahwa kita siap jadi tuan rumah. Saat itu Jakarta dianggap kurang mampu jika dibandingkan dengan Karachi di Pakistan dan Taipei di Taiwan yang sudah punya sarana mumpuni. Namun, pada saat penghitungan suara yang dihadiri lengkap anggota negara Asia, Indonesia berhasil mengumpulkan 22 suara pendukung, menang tipis atas Karachi dengan angka 20. Keren ya sobat.

Membangun GBK
Sobat, saat itu Indonesia hanya punya Stadion Ikada, saat ini area taman Monumen Nasional (Monas) yang dapat menampung 15 ribu penonton saja lo. Pemerintah pun kemudian mengembangkan pembangunan sarana dan prasarana, seperti gedung olahraga, sarana transportasi, gedung penginapan, dan lainnya. Salah satu rancangan untuk menyiapkan perhelatan olahraga itu ialah Gelora Bung Karno (GBK).

Pembangunannya dimulai bertahap sejak 1960, dimulai dari Stadion Utama GBK. Rancangan GBK dibuat dan dipresentasikan di Jepang pada 1858. Stadion ini terdiri dari lima bagian, yakni ruang lintasan pada lantai bawah, restoran, ruang ganti pakaian, ruang kelas lengkap dengan ruangan pers, dan pameran foto.

Seusai Stadion Utama GBK, pembangunan pun berlanjut untuk stadion renang, stadion tenis, stadion madya pada 1961 dan Istora, serta lapangan basket. “Dipilih senayan karena tempat ini berada di tengah dan strategis, dari mana saja akan terhubung satu garis sehingga para atlet dengan mudah mencapai Senayan dari tempat penginapan atau dari mana pun,” ucap kak Galih.

Undang para atlet
Pameran akan berlangsung dari 12 Agustus sampai 9 September 2018, yakni 1 minggu sebelum dan 1 minggu sesudah pelaksanaan Asian Games 2018. Ada dua sistem masuk, pukul 08.00-16.00 untuk pengunjung lokal dan mancanegara, sedangkan pukul 16.00-18.00 untuk para atlet Asian Games. Seusai mengunjungi pameran, pengunjung pun dapat menikmati Museum Sejarah Jakarta. Yuk, datang kesini untuk menambah semangat kita mendukung tim Indonesia pada Asian Games sambil melihat sejarah Jakarta. (M-1)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya