Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
TENTUNYA Anda sudah pernah mencoba ayam goreng renyah dengan saus telur asin ala Eatlah bukan? Kalau belum, Anda bisa mencobanya di gerai terbarunya yang ada di mal Gandaria City, Jakarta Selatan. Hidangan andalan tempat ini berupa nasi hangat yang disajikan dengan telur mata sapi dan ayam goreng renyah.
Namun, ayam goreng ini dibalut dengan bumbu telur asin yang gurih dan creamy. Tidak hanya ayam, Anda bisa memilih ikan dori sebagai pilihan protein yang lain. Pilihan saus campurannya pun tidak hanya saus telur asin. Ada dua varian saus lainnya, yaitu sambal dan brown butter. Jika dibandingkan ketiga saus tersebut memiliki karakter dan rasa yang berbeda.
Untuk saus telur asin rasanya gurih dan creamy, untuk sambal teksturnya kering dengan rasa yang pedas sehingga saat dipadukan dengan ayam goreng renyahnya, tekstur dari ayamnya masih terjaga kerenyahannya. Untuk saus butter brown, rasanya sendiri manis dan gurih, mirip rasa saus teriyaki. Selain itu, Anda bisa memilih tingkat kematangan telur. Bisa matang atau setengah matang sesuai selera anda.
“Konsep di mal tidak kami buat pure take away, karena kita ingin pengunjung merasakan the whole brand dan memiliki pengalaman saat makan di sini, dari konsepnya, packa ging-nya semuanya dibuat efi sien dan cepat,” jelas salah satu pemilik Eatlah, Michael Chrisyanto kepada Media Indonesia, pada Kamis(9/8). Ada yang menarik bila anda memesan makanan melalui layanan ojek daring atau datang langsung ke Eatlah.
Pengunjung bisa mendapatkan keripik kentang homemade dengan salted egg chipslah maupun chicken wings. Dari segi harga sendiri cukup terjangkau untuk ukuran reguler dengan lauk ayam dijual dengan harga mulai Rp35 ribu per porsi dan ukuran large dijual mulai Rp50 ribu per porsi. Sementara itu, lauk ikan dori dijual mulai harga Rp40 ribu untuk ukuran reguler dan mulai Rp60 ribu untuk ukuran large.
Dari segi nama, Eatlah berarti ‘makanlah’ yang meng adopsi dari bahasa Inggris- Singapura (Singlish) yang kerap menambahkan akhiran ‘lah’ dalam berkomunikasi. Meski demikian, bahan-bahan menunya dipilih dari semua bahan lokal dan sangat khas Indonesia, baik dari ayam hingga saus bumbu yang digunakan. Sampai saat ini Eatlah sudah memiliki 14 cabang di Jakarta, Bandung, dan Semarang, serta dalam waktu dua tahun ke depan pun berencana berkembang menjadi 18 cabang pada akhir 2018, termaksud berekspansi di luar kota lainnya, seperti Surabaya dan Bali. (Riz/M-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved