Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
GERAK tari dengan iringan musik dan sorot lampu panggung tersaji indah dan harmonis di Gedung Kesenian Jakarta, Jumat (10/8) malam. Enam koreografer tari unjuk kebolehan mereka di Jakarta Dance Meet Up (JDMU) #Selection setelah dikurasi komite tari DKJ.
Penampilan itu bukan kali pertama mereka lakukan. Pada 2017, mereka bersama 19 komunitas lain tampil di JDMU. Keenam koreografer itu Andhini Rosawiranti dari Namarina Dance Academy), Josh Marcy Putra Pattiwael (Indonesian Dance Theatre), Kresna Kurnia Wijaya (EKI Dance Company), Gege Diaz (Cipta Urban TIM), Siti Suryani (Citra Art Studio), dan Irfan Setiawan (Ali Dance Company).
Irfan bersama komunitas Ali Dance Company menghadirkan tari berjudul Melo Sang. Tarian ini menceritakan perilaku petani lada Kepulauan Bangka Belitung dalam merawat lada mereka. "Melo Sang memiliki makna merawat lada selayaknya merawat anak sendiri, yang kemudian dikaitkan oleh saya seperti fase-fase kehidupan manusia," kata Irfan.
Andhini memadukan tari balet dengan tari modern agar menemukan gerak artistik yang diinginkan dalam karyanya yang diberi judul Energy. "Ada simbol-simbol gerakan dan akan banyak berpasangan. Ada pula beragam formasi yang saling berinteraksi satu sama lain, dan akhirnya membentuk suatu pola yang menjadi kesatuan.
Gege Diaz mengangkat judul “Ina Ama” yang terinspirasi dari sebutan atau panggilan untuk orang di kampungnya. Sedangkan Kresna menggambarkan fenomena masyarakat zaman mengenai perbedaan laki-laki dan perempuan yang mulai menipis. Karya Josh Marcy Putra Pattiwael yang berjudul Pedestrian terinspirasi dari pola-pola dan bentuk gerak tubuh di kawasan urban. Siti Suryani yang mengisahkan fenomena kehidupan masyarakat di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau.
Penampilan mereka malam itu lebih matang dari tahun lalu. Bukan tanpa sebab, setelah terpilih mereka mengikuti Focus Group Discussion (FGD) presentasi karya, berpartisipasi dalam Choreo-lab selama 3 hari (11-13 Maret 2018) di Megamendung, Bogor. Mereka pun berkesempatan diskusi dengan Komite Tari Dewan Kesenian Jakarta DKJ yang terdiri dari Hartati, Rusdy Rukmarata, Yola Yulfianti, dan narasumber tamu, Iskandar Loedin dan Hanafi.
Hartati selaku Ketua Komite Tari DKJ menjelaskan, JDMU dan JDMU Selection merupakan cara DKJ melalui Komite Tari membangun iklim yang inspiratif terhadap penciptaaan dan apresiasi karya seni tari yang bermutu, baik bagi pelaku seni tari maupun masyarakat.
"JDMU merupakan upaya untuk memetakan, memfasilitasi, dan merangkul komunitas tari di Jakarta," kata dia. Platform ini memberikan ruang apresiasi dan edukasi yang berkelanjutan bagi pelaku seni tari ibukota yang minim kesempatan.
JDMU bertujuan membawa kemajuan seni tari dan bentuk penghargaan atas keragaman seni tari yang tumbuh di Jakarta. Di samping itu, JDMU juga menjadi saluran yang tepat untuk berjejaring antarkomunitas, maupun sanggar yang memiliki karakter berbeda.
“Enam koreografer terpilih ini tidak hanya pada karyanya, tetapi juga kita melihat komunitasnya yang mendukung untuk mereka berkembang. Kita membuka kemungkinan, bahwa inilah yang sesuai dan bisa lebih berkembang untuk program JDMU selanjutnya, juga mengenai keberagaman genre yang dihadirkan, yang menjadi alasan kami memilih mereka.” terang Hartati.
JDMU #Selection bertujuan memberikan ruang bagi koreografer muda mengeksplorasi karya sehingga dapat menambah kualitas, mengedukasi tari kepada koreografer dan pemerhati seni. JDMU #Selection dapat mempererat jaringan komunitas tari, serta memajukan pemahaman, dan perkembangan seni tari Indonesia masa depan.
“Program JDMU tidak bisa hanya sampai mengumpulkan komunitas saja, tetapi inilah kesempatan Komite Tari DKJ untuk membina mereka hingga ke jenjang yang mereka inginkan," ujar Hartati yang akrab disapa Uni Tati. Beliau juga menambahkan Komite Tari DKJ harus melakukan banyak hal, agar para koreografer bisa mencapai tahap selanjutnya, karena direncanakan setelah JDMU Selection berlangsung nantinya akan berkembang menjadi JDMU Internasional. (M-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved