Menyiasati Kelangkaan Bahan Baku

(FU/M-4)
12/8/2018 03:20
Menyiasati Kelangkaan Bahan Baku
(MI/FURQON ULYA HIMAWAN)

INOVASI tak boleh berhenti, eksperimen harus terus dilakukan untuk memutar roda produksi. Begitulah yang Novi jalankan. Dia pun mengubah konsep Dluwang yang tadinya memiliki arti usaha kerajinan berbahan dasar kertas koran atau majalah bekas, kini ia ubah menjadi daur ulang menjadi uang.

Inovasi itu dia lakukan ketika semakin susah mendapatkan buruan kertas koran dan majalah. Padahal, dua dluwang itu menjadi bahan dasar usaha kerajinan Dluwang yang dijalankannya. Penyuplai dluwang bekurang. Tak sebanyak dulu. Orang-orang yang dulunya berlangganan koran dan menyuplainya sudah berkurang. Padahal, setiap bulannya Novi membutuhkan sekitar 25 kg kertas koran.

Harganya pun meningkat seiring minimnya barang, yang dulunya hanya Rp1.500 per kg, kini menjadi Rp4.500 per kg.

“Jumlah pelanggan koran terus menurun, kertas koran pun susah didapat,” ujarnya.

Selain terbentur bahan dasar yang semakin susah, Novi juga berpikir untuk mengembangkan usahanya yang sudah berumur 5 tahun lebih. Berbagai eksperimen dan peluang dia jajal, tetapi dia tak mau meningglkan dua hal, berbahan dasar recycle dan melibatkan masyarakat dalam pengerjaannya. “Apa pun yang masih bisa kita daur ulang.”

Setelah beberapa kali melakukan percobaan, Novi akhirnya memanfaatkan karung goni dan kain perca untuk inovasi produknya. Bahan-bahan itu dia olah menjadi berbagai produk seperti tas. Ternyata tas hasil inovasi Novi dari limbah karung goni, laku keras di pasaran.

“Sekarang malah banyak yang mencari tas karung goni,” ujarnya.

Berbagai varian pun Novi tambahkan di produknya, tidak hanya kertas. Untuk tas, misalnya, Novi menambahkan unsur serat pelapah pisang. Untuk tas yang harganya premium sampai ratusan, Novi mencampurnya dengan kulit oscar.
Ke depan, Novi akan mengembankan lagi usaha Dluwang, menyasar segmen generasi muda yang lebih suka pada desain lucu dan unik.

Ciri khas Dluwang sebagai usaha kerajinan yang berbahan dasar limbah daur ulang juga tak akan dia hilangkan. Menurutnya, ciri khas Dluwang telah dikenal di luar negeri dan dia banyak mendapatkan pelanggan karena itu. “Mereka (luar negeri) suka recycle dan mereka pelanggan yang loyal pada produk Dluwang,” katanya. Dia pun menjamin soal kualitas, produknya berani diadu dengan produk luar negeri. (FU/M-4)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya