Fayanna, Alumni Repcil Penulis 44 Buku

SURYANI WANDARI PUTRI
12/8/2018 02:00
Fayanna, Alumni Repcil Penulis 44 Buku
(DOK PRIBADI)

SEMBOYAN itu dipraktikkan Fayanna Ailisha Davianny, alumni Reporter Cilik Media Anak Media Indoenesia angkatan 2010. Ia yang baru berusia 13 tahun tak berhenti menyalurkan ide menjadi sebuah cerita menarik yang dikemas dalam novel. Tak tanggung-tanggung, karyanya kini sudah mencapai 44 buku lo, sobat. Ia pun kini sedang menggarap buku barunya dalam lini remaja. Baginya, menulis bisa membuat seseorang kreatif karena melalui proses sistematis dan terstruktur. Menulis pun bermanfaat bagi siapa pun dan apa pun profesinya. Mau tahu kisahnya? Simak obrolan Medi, yuk.

Sejak kapan kamu tertarik pada dunia menulis?
Aku mulai suka menulis di usia 7 tahun. Saat itu aku suka menulis cerita di buku tulis. Suatu hari, aku ikut lomba menulis yang diadakan oleh sebuah penerbit, alhamdulillah menang menjadi juara 2. Tak lama kemudian terbitlah buku aku yaitu Juice Me Tersandung Hobiku.

Aku makin semangat menulis. Wow, bisa sampai 44 buku?
Mungkin karena menulis ialah hobi. Jadi, jika melakukan sesuatu yang menjadi hobi, akan selalu menyenangkan dan susah berhenti. Akibatnya aku jadi ketagihan menulis terus dan akan terus dilakukan.

Apa buku karyamu yang paling laris? Mengapa kira-kira pembaca menyukainya?
Yang paling laris Jejak Rahasia Sahabat, sudah tujuh kali cetak ulang, begitu pun Ice Skating Girl sudah enam kali cetak ulang dan komik Unforgetable Behel dan komik Misteri Taman Lama, semuanya empat kali cetak ulang. Aku dapat banyak komen dari para pembaca, via DM Instagram, inbox FB dan e-mail, mereka sangat terkesan setelah membaca buku-buku itu. Jejak Rahasia Sahabat ceritanya sedih dan tidak terduga ending-nya. Ice Skating Girl membuat mereka menyayangi sahabatnya. Kurang lebih seperti itu tanggapan para pembaca. Jadi, buku tersebut disukai karena ceritanya mengena banget dengan kehidupan sehari-hari, dan terselip pesan moral baik. Banyak yang bilang buku ini sampai dibaca berkali-kali karena suka banget dan menjadikan buku ini sebagai buku terfavorit yang mereka miliki. Alhamdulillah.

Menurutmu, apa sih, manfaatnya menulis?
Menulis itu melatih berpikir sistematis atau terstruktur dan membuat pandai berimajinasi. Sambil menulis kita banyak membayangkan, merancang, dan jadi kreatif menyusun jalan dan konfl ik cerita. Melalui menulis, kita jadi lebih mudah memahami materi pelajaran dan mengungkapkan pikiran, ide atau pendapat lebih baik. Pokoknya kemampuan menulis itu akan sangat berguna apa pun profesi kita nantinya.

Bagaimana kamu membagi waktu antara belajar, main, dan menulis cerita?
Nah, itu dia, ini yang selalu diajarkan dan diingatkan orangtuaku. Aku harus pintar membagi waktu dan disiplin waktu. Kalau sedang libur atau sedang ada waktu luang, disaat itulah aku menulis. Dalam menulis, aku biasanya membuat target dan disiplin untuk diri sendiri, kapan aku harus menyelesaikan naskah tulisanku. Apalagi sekarang aku pun aktif dalam organisasi Forum Anak Depok atau Forum Anak Jabar. Sebagai seorang pelajar, aku juga tetap memperhatikan pelajaranku di sekolah. Alhamdulillah nilai aku di sekolah bisa tetap jadi yang terbaik.

Ide-ide kisah dalam cerita itu datang dari mana?
Ide itu bisa didapatkan dari banyak sumber, misalnya, pengalaman sendiri, orang lain, pengamatan terhadap sekeliling, menonton TV, dan dari membaca buku.

Apa yang kamu lakukan jika ide itu muncul saat kamu tak bawa buku dan bollpoint untuk mengingatnya?
Biasanya ide tersebut aku catat di HP. Lalu jika akan diwujudkan jadi tulisan, aku buat plot atau outline-nya dulu sebelum menulis. Jika sudah buat outline, baru deh, proses menulis naskah dimulai.

Kamu menjuarai lomba cerpen tingkat Asia, 1st Asian Story Writing Challenge dan mewakili Indonesia sebagai penulis cilik yang berbicara dalam Kuala Lumpur International Book Fair, ceritakan, dong?
Ini pengalaman luar biasa yang aku dapatkan. Lomba menulis cerpen ini diikuti 18 negara di Asia dan aku berhasil. Aku sangat bangga dan menjadi suatu kehormatan, mendapatkan kesempatan dari Mizan, Ikatan Penerbit Indonesia dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, untuk berbicara di panggung internasional. Aku tampil di 3 sesi acara, yaitu di Panggung Utama dalam acara Menulis Kreatif dan Bedah Buku bersama Penulis Cilik Indonesia, Meet and Greet dan Book Signing di Paviliun Indonesia, serta memberikan Sesi Motivasi Literasi di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur.

Kamu berhasil terbang ke Korea Selatan juga, pengalaman apa yang paling kamu ingat?
Alhamdulillah aku berhasil mendapatkan penghargaan Goes to Korea, jalan-jalan gratis ke Korea. Di sana aku melakukan wisata edukasi. Aku mengunjungi berbagai tempat wisata menarik di Seoul. Benar-benar pengalaman yang seru. Kisah perjalanan aku ke Korea ini, aku tulis dan dijadikan buku Goes to Korea. Buku yang sudah terbit ini pun dilengkapi dengan foto-foto menarik selama di sana.

Jadi, cita-cita kamu jadi penulis?
Aku juga ingin jadi penulis skenario fi lm hebat. Saat ini aku mulai menulis skenario fi lm pendek produksi sekolah. Alhamdulillah fi lm pertama mendapatkan Juara Film Terbaik pada Festival Film Specta Gloriff. Aku juga bercita-cita jadi insinyur pertambangan minyak dan gas bumi.

Kamu sudah SMP dan sepertinya sudah tak bisa disebut penulis cilik lagi, ya?
Saat ini usiaku 13 tahun. Walaupun sudah tidak bisa menulis di lini penulis anak-anak di bawah 12 tahun, aku masih dapat menulis di bagian remaja dan ini telah kujalani. Karya terbaruku sedang dalam proses, doakan agar lancar, ya.

Ada target ke depan? Misalnya, bikin berapa buku lagi?
Targetku, menulis buku sebanyak yang aku bisa, dan aku ingin bisa disukai para pembaca dan bisa mendunia, go international.  Kelak aku ingin membuat buku yang bisa meledak di pasaran, berkesan, bisa diingat sepanjang masa bahkan difi lmkan. Doakan, ya!

Kiat-kiat untuk Sobat Medi agar bisa menulis sepertimu?
Untuk bisa konsisten dalam berkarya, perlu punya niat dan tekad kuat. Teruslah menulis agar ide atau pendapat kita bisa diketahui orang banyak. Menulis ialah kegiatan menyenangkan. Banyak berlatih, jangan pernah bosan, jangan pernah putus asa. Insya Allah, dengan niat yang kuat dan banyak berlatih, apa pun keinginan temanteman bisa tercapai. Tetapkan target untuk diri sendiri, misalnya, sehari menulis 1 halaman, jika tidak bisa, setengah halaman, jika tidak bisa juga, 1 paragraf. Yang penting konsisten. Lama kelamaan, kan, jadi banyak, dan bisa jadi 1 karya yang siap dikirim ke penerbit. (M-1)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya